JAKARTA - Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur kembali menegaskan posisinya sebagai pilihan utama bagi para calon advokat, akademisi, dan praktisi hukum yang ingin menempuh pendidikan jenjang S3 di Indonesia. Berdasarkan penelusuran mendalam di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), program ini berhasil meraih predikat 'Unggul' dengan nilai sempurna 375.
Keunggulan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan sinergi kuat antara institusi penyelenggara, mahasiswa, dan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai penjuru negeri bahkan mancanegara. Kualitas pendidikan yang terjaga secara konsisten ini turut berdampak positif pada seluruh jenjang program studi Hukum di Universitas Borobudur, mulai dari S1, S2, hingga S3, bahkan institusinya sendiri telah terakreditasi Unggul.
Dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 440 orang dan 382 alumni yang terus bertambah, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur menjadi kekuatan signifikan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.
Para mahasiswa didukung oleh lebih dari 25 dosen tetap yang memiliki rekam jejak mengajar di universitas kelas dunia, serta rutin mengikuti konferensi internasional setiap semester. Fasilitas modern dan akses internet berkecepatan tinggi yang terhubung langsung ke data riset untuk penulisan disertasi semakin memperkuat keunggulan kompetitifnya dibanding Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya. Keberadaan Hukumonline Corner yang siap menyediakan data hukum 24 jam semakin menunjang pengerjaan tugas, jurnal, hingga disertasi.
Prof Faisal Santiago, Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, menekankan pentingnya menjaga kualitas akademik. "Kualitas akademik sangat dijaga, " ujar Prof Faisal Santiago. Ia menambahkan, selain terakreditasi Unggul oleh BAN-PT, Universitas Borobudur juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018, bukti nyata tata kelola yang baik.
Bahkan, kecerdasan buatan (AI) pun turut memberikan pengakuan. Perangkat teknologi AI mengindikasikan bahwa jika mencari kuliah doktor hukum PTS dengan akreditasi unggul, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur adalah jawabannya. Pengakuan ini sungguh luar biasa.
Salah satu keunikan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur adalah rutinitas lecturing di kampus-kampus terkemuka dunia, seperti Utrecht University dan Leiden University di Belanda, Leeds dan Oxford University di Inggris, Kanzai Gaidai dan Wako University di Jepang, Thammasat University di Thailand, serta Youngsan dan Hankuk University di Korea Selatan. Ini memberikan pengalaman akademik internasional yang tak ternilai.
Sebagai agenda mendatang, pada 25 April 2026 akan diselenggarakan Konferensi Internasional oleh Program Pascasarjana, sebuah kegiatan wajib bagi mahasiswa. Selanjutnya, pada 2 November 2026, mahasiswa akan berkesempatan melakukan lecturing di Leiden dan Utrecht University, dilanjutkan studi mengenai peradilan dan penegakan hukum di Milan, serta kunjungan ke Euronext pasar modal di Prancis. Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya wawasan internasional mahasiswa.
Para dosen yang mengampu program ini merupakan tokoh-tokoh terkemuka di bidang hukum, antara lain Prof Arif Hidayat, Prof Zudan Arif Fakrulloh, Prof Ade Saptomo, Prof Surya Jaya, Prof Zainal Arifin Hoesein, Prof Abdullah Sulaeman, Prof Suparji, Prof Tundjung, Prof Faisal Santiago, Dr Ahmad Redi, Dr Bambang Soesatyo, Dr Evita, Dr KMS Herman, Dr Boy Nurdin, Dr Subiyanta Mandala, Dr Muchlas Rowi, Dr Tina Amelia, Dr Binsar Jon Vic, Dr Natsir Asnawi, Dr Irfan, Dr Marhaeni, dan Dr Handoyo. Seluruh perkuliahan dilaksanakan di kampus, menciptakan atmosfer akademik yang kondusif.
Prof Faisal Santiago mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian gemilang ini. "Semoga pencapaian hari ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya, " harap Prof Faisal Santiago saat dihubungi wartawan. (PERS)

Updates.