JAKARTA - Misi kesehatan nasional semakin digalakkan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menancapkan target ambisius: menjangkau 130 juta warga untuk berpartisipasi dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2026. Angka ini merupakan lonjakan signifikan dari target tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini, " ujar Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, di Jakarta pada Selasa (10/02/2026).
Program CKG yang genap berusia satu tahun pada hari itu, telah berhasil menarik perhatian 70 juta warga Indonesia. Menariknya, dari jumlah tersebut, 25 juta di antaranya adalah pelajar yang tersebar dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Ini menunjukkan keseriusan Kemenkes dalam menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini.
"Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini, " ungkap Asnawi Abdullah, menunjukkan kelegaan atas respons positif masyarakat.
Fokus Kemenkes di tahun ini tidak berhenti pada sekadar pemeriksaan. Aspek tindak lanjut dan penanganan terhadap temuan kesehatan menjadi prioritas utama. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan program CKG memberikan dampak nyata bagi kesehatan individu dan masyarakat.
Sebagai contoh, evaluasi CKG pada kalangan pelajar mengungkap dua masalah kesehatan paling dominan: penyakit gigi dan hipertensi. Kemenkes bertekad untuk memberikan penanganan yang tepat sasaran.
"Kalau hipertensi bagaimana cara pengendalian tekanan darah dan apa yang harus dilakukan. Ini yang akan kami giatkan, " tegas Asnawi, menegaskan komitmen untuk edukasi dan intervensi.
Untuk masyarakat umum, tiga persoalan kesehatan utama yang teridentifikasi adalah hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan masalah berat badan. Pengendalian ketiga faktor ini diharapkan dapat secara drastis menekan angka penyakit katastropik.
Penyakit katastropik, yang meliputi kondisi serius seperti penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, dan lainnya, membebani sistem kesehatan dengan biaya perawatan yang sangat tinggi dan seringkali mengancam jiwa.
Asnawi menambahkan, beban terbesar BPJS Kesehatan saat ini adalah penyakit kardiovaskular jantung. Melalui program CKG, Kemenkes berupaya membangun kesadaran dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola hidup sehat, sehingga kasus-kasus seperti ini dapat ditekan.
"Kami dorong masyarakat dapat ambil bagian setiap tahun ikut program CKG agar menekan penyakit tersebut, " tuturnya, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berpartisipasi demi kesehatan bersama. (PERS)

Updates.