OTOMOTIF - Di jagat raya otomotif yang penuh gemerlap performa dan desain memukau, nama Ferdinand Porsche bergema abadi. Ia bukan sekadar pendiri perusahaan mobil mewah yang kita kenal kini, Porsche. Lebih dari itu, ia adalah seorang visioner, perintis mobil listrik di masa awal, dan tokoh kunci di balik lahirnya Volkswagen, 'mobil rakyat' yang mengubah wajah transportasi dunia.
Lahir di Austria-Hongaria pada 3 September 1875, Ferdinand kecil menunjukkan percikan bakat kelistrikan yang luar biasa. Di usianya yang baru 13 tahun, ia berhasil memasang bel pintu listrik di rumah orang tuanya, sebuah pencapaian yang tak terbayangkan pada masa itu. Keinginannya untuk menerangi rumahnya sendiri bahkan menjadikannya yang pertama di Maffersdorf memiliki penerangan listrik pada usia 16 tahun. Meski sempat menempuh magang sebagai tukang ledeng, panggilan jiwanya pada dunia kelistrikan tak terbendung.
Perjalanan pendidikannya membawanya ke Imperial Technical School di Reichenberg dan kemudian Universitas Teknik di Wina. Bekal ilmu inilah yang kemudian ia tuangkan saat bergabung dengan Lohner pada tahun 1898. Di usianya yang baru 23 tahun, ia menciptakan mahakarya: mobil bertenaga listrik pertama yang diberi nama Lohner-Porsche. Karya brilian ini kemudian dipamerkan di panggung internasional bergengsi, L’Exposition Universelle De Paris pada tahun 1900, membuktikan kejeniusan inovatifnya.
Tak berhenti di situ, Ferdinand Porsche terus bereksperimen. Ia merancang prototipe mobil roda empat dengan inovasi revolusioner: motor penggerak listrik di setiap rodanya. Setelah delapan tahun mengabdi di Lohner, kariernya berlanjut ke Austro-Daimler pada tahun 1906 sebagai direktur teknis. Di usianya yang masih muda, 31 tahun, ia dipercaya merancang berbagai model mobil untuk salah satu raksasa otomotif Eropa saat itu. Prestasi gemilang diraihnya pada tahun 1910 dengan memenangkan penghargaan bergengsi “Prinz-Heinrich-Fahrt” berkat mobil Austro-Daimler rancangannya.
Semangat inovasinya bahkan melampaui roda empat. Sebelum Perang Dunia I berkecamuk, ia juga menciptakan mesin pesawat terbang yang dianggap paling andal di dunia pada masanya. Tak lama berselang, di tengah gejolak Perang Dunia I, Porsche merancang “C-Trains” yang mampu melintasi rel kereta maupun jalan raya, ditenagai bensin yang menghasilkan arus listrik untuk penggeraknya. Kemampuannya yang multifaset ini terus membawanya naik jabatan menjadi manajer umum di Austro-Daimler pada tahun 1917.
Titik balik penting dalam sejarah otomotif terjadi pada tahun 1931. Di usianya yang ke-55, Ferdinand Porsche mendirikan kantor tekniknya sendiri di Stuttgart, Jerman, dan pada 25 April 1931, ia resmi mendaftarkan perusahaan otomotif yang menyandang namanya sendiri: Porsche.
Di bawah perintah Adolf Hitler, sebelum Perang Dunia II, Ferdinand Porsche ditantang untuk mendesain “mobil Rakyat” pertama pada tahun 1934. Bersama putranya, Ferdinand (Ferry) Porsche, ia merancang prototipe Volkswagen asli yang kelak dikenal sebagai “Kraft durch Freude” pada tahun 1936, bahkan menjadi cikal bakal VW Beetle yang legendaris.
Ironisnya, di masa Perang Dunia II, jenius otomotif ini juga terlibat dalam perancangan kendaraan militer Nazi Jerman, termasuk desain Tank Tiger yang terkenal tangguh. Pasca-perang, di usianya yang senja, ia sempat menghadapi tuduhan kejahatan perang dan mendekam di penjara selama lebih dari setahun. Namun, semangat Porsche tak pernah padam.
Putranya, Ferry Porsche, dengan gigih berjuang mempertahankan warisan sang ayah. Ia menciptakan mobil balap Porsche Type 360 Cisitalia yang kemudian dijual untuk membebaskan ayahnya dari penjara. Bebasnya Ferdinand Porsche disambut dengan persetujuan proyek ambisius sang putra: membangun mobil sport pertama yang benar-benar menyandang nama Porsche.
Terlahir dari inspirasi desain Cisitalia, lahirlah Porsche tipe 356. Mobil sport pertama ini, yang dirakit tangan dengan komponen modifikasi dari Volkswagen, menjadi simbol kebangkitan dan semangat pantang menyerah. Prototipe yang selesai pada 8 Juni 1948 ini menjadi awal dari perjalanan panjang Porsche di kancah mobil sport global.
Kemudian, Porsche kembali dipercaya Jerman untuk pengembangan lebih lanjut Volkswagen. Dengan dana yang diperoleh, kantor baru dibuka di Stuttgart, dengan target produksi 500 mobil per tahun. Selama dua dekade, Porsche berhasil memproduksi lebih dari 78.000 kendaraan.
Kunjungan terakhir Ferdinand Porsche ke pabrik Volkswagen Wolfsburg pada November 1950 menjadi momen penanda. Di sana, ia bersama presiden Volkswagen, Heinrich Nordhoff, membahas masa depan VW Beetle. Tak lama setelah kunjungan bersejarah itu, pada Januari 1951, Ferdinand Porsche menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan warisan tak ternilai.
Dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa telah menempatkannya dalam Hall of Fame Otomotif. Ia bahkan dinobatkan sebagai Insinyur Mobil Abad Ini pada tahun 1999. Hingga kini, Ferdinand Porsche dikenang sebagai salah satu insinyur teknik terbesar dalam sejarah otomotif dunia. Perusahaan yang ia dirikan pada 1931 di Stuttgart, Jerman, terus berkembang, memproduksi mobil sport, supercar, dan SUV mewah yang kini menjadi bagian dari grup Volkswagen AG, sebuah kolaborasi yang dimulai sejak 2011. (PERS)

Updates.