Gagas Santri Camp Bela Negara, Pangdam Kosasih: Santri Harus Lebih Hebat dari Saya

    Gagas Santri Camp Bela Negara, Pangdam Kosasih: Santri Harus Lebih Hebat dari Saya
    Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih

    BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, meluncurkan program terobosan bersejarah untuk generasi muda pesantren. “Ini pertama kali sejak Indonesia berdiri. Baru sekarang ada santrikem di Rindam, ” tegasnya saat membuka Siliwangi Santri Camp (SSC) di Rindam Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). 

    Dalam amanah pembukaan Kemah Bela Negara Santri se-Jawa Barat berbasis Korps Kadet RI  (KKRI) Kodam III/Siliwangi tersebut, Pangdam yang pernah menjadi santri ini langsung menyampaikan tantangan keras kepada ribuan peserta.

    “Saya dulu juga santri. Pernah merasakan hidup seperti kalian. Kalau saya yang dari background seperti itu bisa jadi Jenderal, berarti kalian harus lebih dari saya. Betul enggak?” ujar Kosasih. 

    Kegiatan yang digagas bersama Bank Siliwangi dan Ikatan Alumni Lemhanas Angkatan ke-62 ini bukan sekadar kemah biasa. Siliwangi Santri Camp dirancang sebagai proses pembinaan terintegrasi yang menggabungkan nilai bela negara, pembentukan karakter santri, dan penguatan wawasan kebangsaan berbasis keislaman. 

    Para santri akan dibekali kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta. Program ini menjadi wujud nyata sinergi TNI AD Kodam III/Siliwangi dengan pesantren, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempersiapkan generasi muda sebagai komponen cadangan pertahanan negara. 

    “Strategis dalam membentuk generasi muda khususnya para santri agar memiliki karakter tangguh, religius, dan nasionalis, ” tegasnya.  Kosasih mengingatkan, tantangan ke depan bukan hanya ancaman fisik, melainkan juga non-fisik seperti radikalisme, destruksi ideologi, dan melemahnya nilai-nilai kebangsaan.

    Oleh karena itu, SSC menjadi sangat penting untuk membangun ketahanan moral, spiritual, dan nasionalisme yang kuat. Melalui rangkaian pendidikan bela negara, pelatihan disiplin dan kepemimpinan, pembinaan mental-spiritual, hingga deklarasi Santri Bela Negara, diharapkan lahir santri-santri unggul yang tidak mudah terpengaruh hal negatif serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungannya. 

    “Jadilah santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta siap berperan menjaga keutuhan NKRI, ” pesannya. 

    Pangdam mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pelatih, dan pihak terkait atas dedikasi mereka. 

    “Semoga kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat besar. Demikian amanah saya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita semua dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, ” pungkas Mayjen TNI Kosasih. SSC 2026 yang berlangsung hingga 19 April ini diikuti ribuan santri se-Jawa Barat, menandai komitmen kuat Kodam III/Siliwangi dalam membentuk generasi santri tangguh sebagai benteng pertahanan negara. (tur)

    siliwangi santri camp (ssc) mayor jenderal tni kosasih
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Kodim 1714/Puncak Jaya dan Polri Kawal Ketat...

    Artikel Berikutnya

    Pangdam Mayjen TNI Kosasih: Siliwangi Santri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers, Kasi Intel Korem 084/BJ Hadiri HUT PWI Ke-80
    Hadiri Penyerahan 100  Damkar, Danrem 084/BJ Siap Lindungi Masyarakat
    Siliwangi Santri Camp 2026 Resmi Dibuka, 1.000 Santri Ikuti Pendidikan Karakter di Rindam III/Siliwangi
    Polisi Bongkar Aksi Pencurian AC di Padang, Pelaku Ditangkap Berbekal Rekaman CCTV
    Kodam Siliwangi Persatukan 1.000 Santri untuk Bela Negara Lewat Santri Camp

    Ikuti Kami