BANDUNG - Sebanyak kurang lebih 1.000 santri dari pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan organisasi kepesantrenan di Jawa Barat akan mengikuti Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 melalui Program KKRI (Komponen Kekuatan Pertahanan Republik Indonesia), sebuah program kemah bela negara yang dirancang untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta ketahanan moral dan spiritual generasi santri.
Mengusung tema “Santri Tangguh, Religius, Nasionalis sebagai Kader KKRI untuk Indonesia Berdaulat, ” kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran santri sebagai elemen strategis bangsa yang tidak hanya kokoh secara keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kesiapan berkontribusi dalam pertahanan nonmiliter.
Siliwangi Santri Camp merupakan implementasi pembinaan berbasis KKRI Kodam III/Siliwangi di lingkungan pesantren dengan pendekatan edukatif, humanis, dan religius. Melalui program ini, pembelajaran bela negara dipadukan dengan pembinaan akhlak, moderasi beragama, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan TOR kegiatan, SSC 2026 dijadwalkan berlangsung selama 3 hari 2 malam mulai 17-19 April 2026 di Rindam Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti rangkaian pembinaan yang mencakup pendidikan bela negara, pembinaan KKRI, pelatihan disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, pembinaan mental dan spiritual, outbound, team building, pengajian, doa bersama, hingga deklarasi komitmen santri bela negara. Materi yang diberikan tidak hanya menekankan aspek kebangsaan, seperti wawasan kebangsaan, Pancasila dan UUD 1945, cinta tanah air, ketahanan nasional, serta pengenalan sistem pertahanan semesta, tetapi juga materi kepesantrenan seperti akhlak santri dan nasionalisme, peran ulama dan santri dalam NKRI, moderasi beragama, dan dakwah kebangsaan.
Dengan format tersebut, SSC 2026 diharapkan melahirkan santri yang religius, disiplin, tangguh, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Selain sesi pembekalan di kelas, panitia juga menyiapkan kegiatan lapangan dan pembentukan karakter seperti qiyamul lail, olahraga pagi, bela diri, PBB, simulasi P3K dan survival, pentas seni santri, renungan malam, hingga apel penutupan.
Rangkaian ini dirancang agar para peserta tidak hanya memahami konsep bela negara secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung proses pembinaan kedisiplinan, kerja sama, empati, dan kepemimpinan. Penyelenggara menargetkan SSC 2026 menghasilkan 1.000 santri bersertifikat bela negara, terbentuknya kader santri KKRI Kodam III/Siliwangi, lahirnya Deklarasi Siliwangi Santri Bela Negara, menguatnya jejaring pesantren–TNI–pemerintah, serta penguatan moderasi beragama.
Output tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi model pembinaan santri berbasis bela negara yang dapat dikembangkan lebih luas. Siliwangi Santri Camp 2026 juga menjadi ruang sinergi antara unsur pesantren, TNI AD, pemerintah, dan berbagai mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki komitmen kebangsaan kuat. Di tengah tantangan ideologi, sosial, dan kebangsaan yang terus berkembang, kehadiran santri yang religius sekaligus nasionalis dinilai menjadi salah satu kekuatan penting bagi masa depan Indonesia.
Tentang Siliwangi Santri Camp
Siliwangi Santri Camp (SSC) adalah program kemah bela negara bagi santri se-Jawa Barat berbasis KKRI Kodam III/Siliwangi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai bela negara, membentuk karakter santri yang disiplin dan berjiwa nasionalis, serta menyiapkan kader awal KKRI di wilayah Jawa Barat. (PERS)

Ibrahim