NGAWI, Jawa Timur – Perjalanan menuju swasembada pangan nasional di tahun 2026 menunjukkan progres signifikan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa target ambisius penyerapan gabah dan beras dari petani sebesar empat juta ton, yang telah dipercayakan pemerintah, akan mampu diraih. Keberhasilan ini, menurutnya, bukanlah hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah sinergi kuat antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, hingga partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
"Hari ini, Kita hadir melakukan panen di Ngawi untuk memastikan bahwa capaian target empat juta ton ke depan, harus benar-benar terwujud sesuai dengan arahan Bapak Presiden melalui peran banyak pihak, " ujar Ahmad Rizal Ramdhani saat menghadiri panen raya musim tanam pertama tahun 2026 di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (04/04/2026).
Data terbaru dari Bulog per tanggal 3 April 2026 menunjukkan gambaran yang sangat menggembirakan. Stok cadangan beras yang tersimpan aman di gudang-gudang Bulog kini telah mencapai angka 4, 4 juta ton. Angka ini menjadi bukti nyata kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan, dengan stok beras mencapai 4, 4 juta ton, kita yakin bisa mewujudkan swasembada pangan tahun 2026 yang dicanangkan pemerintah, " ungkapnya dengan nada bangga.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal juga memberikan penegasan penting mengenai implementasi harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah petani. Ia memastikan bahwa harga yang diterima petani akan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bahkan diupayakan lebih.
"Alhamdulillah, kami langsung bicara dengan para petani, bahwa gabah di Ngawi ini dibeli dengan harga di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Ini penting, karena tujuannya adalah untuk menyejahterakan petani dan meningkatkan nilai tukar petani, " jelasnya, menyoroti komitmen Bulog untuk kesejahteraan petani.
Dengan optimisme yang membuncah, Ahmad Rizal Ramdhani memproyeksikan target penyerapan akan tercapai berkat kerjasama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini meliputi pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi pertahanan dan keamanan seperti TNI/Polri, hingga para pelaku usaha di tingkat penggilingan beras dan tentunya para petani sebagai garda terdepan produksi.
"Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam menjalankan mandat strategis menjaga cadangan beras pemerintah (CBP), sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani, " pungkasnya.
Dalam kegiatan panen di Desa Baderan tersebut, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turut didampingi oleh jajaran Bulog, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para petani yang menjadi subjek utama dalam upaya ketahanan pangan ini. (PERS)

Updates.