Bandung, 15 April 2026 — Kodam III/Siliwangi menggelar rapat terbatas untuk mematangkan pelaksanaan program KKRI Siliwangi Santri Camp 2026, sebuah kegiatan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan bela negara yang akan melibatkan 1.000 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren. Rapat tersebut dipimpin oleh Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han mewakili Pangdam III/Siliwangi.
Turut hadir dalam pertemuan ini Dr. Stevy Hanny Supena, S.E., M.M. dan Ervan Christiawan mewakili IKAL PPRA 62 Lemhannas RI, bersama jajaran pejabat utama Kodam III/Siliwangi, di antaranya Irdam III/Siliwangi, para asisten Kodam, balakdam, serta unsur pendukung lainnya.
Dalam rapat, paparan teknis disampaikan oleh Komandan Dodikjur Rindam III/Siliwangi Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho, S.I.P., M.I.P. yang menjelaskan secara rinci konsep kegiatan, esensi program, hingga susunan acara harian dari pagi hingga malam selama pelaksanaan camp. Kegiatan Siliwangi Santri Camp 2026 dijadwalkan dimulai pada Jumat, 17 April 2026, diawali dengan registrasi ulang peserta sejak pagi hingga sore hari.
Acara pembukaan direncanakan berlangsung pukul 16.00 WIB dan akan dibuka langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M. Pada malam harinya, nuansa kesantrian akan menjadi fokus utama melalui kegiatan tadarus, kultum, dan ta’aruf yang dikemas dalam suasana api unggun kebersamaan.
Memasuki hari kedua, para peserta akan memulai aktivitas sejak dini hari melalui qiyamul lail dan salat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan olahraga serta latihan bela diri pagi. Salah satu kegiatan yang menarik adalah pengalaman memasak rimba menggunakan potram, dengan sajian khas Jawa Barat yang diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dan kebersamaan di antara peserta.
Tidak hanya menekankan pembinaan spiritual dan fisik, Siliwangi Santri Camp juga menghadirkan berbagai materi strategis seperti ketahanan pangan oleh Kementerian Pertanian RI, bela negara oleh Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, serta pembekalan mengenai leadership, komunikasi empatik, dan dasar-dasar disiplin.
Pada sore hingga malam hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan simulasi P3K dan survival, persiapan pentas seni, hingga penyusunan Deklarasi Siliwangi Santri Bela Negara. Suasana malam akan semakin semarak dengan api unggun, penampilan seni dari para santri berbagai pesantren, dan ditutup dengan kegiatan Caraka Malam yang sarat nilai kebersamaan dan ketangguhan.
Hari terakhir akan difokuskan pada penguatan komitmen peserta melalui tahajud, pematangan komitmen Siliwangi Santri Bela Negara, dan doa bersama untuk bangsa. Setelah itu, peserta juga akan mendapatkan dua sesi literasi penting, yaitu literasi keuangan oleh Bank Artha Graha dan literasi radikalisasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Seluruh rangkaian acara akan ditutup secara resmi oleh Pangdam III/Siliwangi dan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta. Dalam rapat tersebut, Kasdam III/Siliwangi juga memberikan sejumlah masukan agar kegiatan ini memiliki produk turunan yang selaras dengan ST Panglima TNI dan ST Kasad, serta dapat diimplementasikan secara konkret dalam keseluruhan program.
Sejumlah materi terkait hal tersebut disebut telah mulai terakomodasi, terutama melalui kontribusi dari BACADNAS Kemhan RI. Dari sisi kesiapan teknis, panitia memastikan bahwa seluruh peserta akan didampingi oleh petugas dari Dandim asal masing-masing serta perwakilan pondok pesantren selama kegiatan berlangsung. Panitia juga akan menyiapkan akomodasi, konsumsi, dan dukungan kesehatan, termasuk pemeriksaan ulang kondisi peserta guna memastikan seluruh santri yang mengikuti kegiatan berada dalam kondisi prima. Aspek pendampingan spiritual dan antisipasi cuaca juga menjadi perhatian penting.
Dari unsur logistik, disampaikan usulan agar pendampingan spiritual diperkuat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus mewaspadai kemungkinan hujan selama kegiatan berlangsung. Kasdam III/Siliwangi menyampaikan apresiasi atas gagasan besar yang diinisiasi oleh IKAL PPRA 62 Lemhannas RI dan berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam membangun karakter generasi muda pesantren yang tangguh, disiplin, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Di hari yang sama, panitia juga melanjutkan koordinasi dengan Artha Graha Group sebagai salah satu pendukung utama kegiatan untuk membahas teknis pelaksanaan dan bentuk peran yang akan diberikan. Artha Graha dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan pada Kamis, 16 April 2026. Selain itu, dukungan juga datang dari PT Albasi Karanglayung Indonesia yang menyatakan kesiapan untuk ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Siliwangi Santri Camp 2026. (PERS)

Ibrahim