JAKARTA – Semangat baru membuncah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI saat resmi membuka Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-LXIX. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 5, 5 bulan ini akan menjadi saksi bisu transformasi 110 peserta pilihan, baik dari penjuru nusantara maupun dari kancah internasional.
Marsda TNI Bob Henry Panggabean, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, mengungkapkan bahwa P4N Angkatan ke-69 dirancang khusus untuk menempa para calon pemimpin bangsa. “Rangkaian pendidikan ini komprehensif, dirancang untuk membentuk kader pimpinan tingkat nasional yang memiliki wawasan geopolitik dan ketahanan nasional yang kuat, ” jelasnya di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (13/01/2026).
Proses pembelajaran yang akan dilalui peserta mencakup pengenalan mendalam, peningkatan kapasitas kepemimpinan, pendalaman materi inti, hingga serangkaian blok yang terstruktur. Metode pembelajaran pun beragam, mulai dari ceramah interaktif, diskusi panel yang menggugah wawasan, studi kasus yang menantang, hingga diskusi kelompok yang membangun sinergi.
Tak hanya itu, para peserta juga akan merasakan pengalaman langsung melalui studi strategis, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Mereka juga ditantang untuk mengasah kemampuan analitis melalui penulisan dan penyajian karya ilmiah perorangan, serta berjejaring dalam berbagai seminar strategis.
Keberagaman peserta menjadi salah satu daya tarik utama P4N Angkatan ke-69. Sebanyak 110 orang terpilih, mewakili berbagai unsur sipil dan militer. Dari unsur kementerian, lembaga negara, hingga lembaga pemerintahan nonkementerian, semuanya hadir. Bahkan, pemerintah daerah turut mengirimkan satu delegasinya.
Yang lebih membanggakan, pendidikan ini turut dihadiri oleh enam peserta dari negara sahabat, yakni Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar perwakilan, melainkan sebuah simbol kolaborasi dan pertukaran pandangan strategis di kancah global. Dari unsur TNI, hadir 48 perwira gabungan dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara, sementara Polri menyumbang 28 perwira terbaiknya.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, dalam sambutannya tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para peserta. “Saudara-saudara adalah figur terbaik yang terpilih dari berbagai institusi, baik sipil maupun militer. Di sini, kita akan mengintegrasikan diri untuk mempelajari dan memahami masalah geopolitik serta pengaruhnya terhadap ketahanan bangsa, ” ujarnya penuh semangat.
Ace menegaskan peran Lemhannas sebagai ‘kampus miniatur Indonesia’ dan ‘school of geopolitics’ yang vital dalam menyamakan persepsi dan pemahaman para pemimpin masa depan. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta dari negara sahabat, melihat partisipasi mereka sebagai wujud kepercayaan internasional terhadap Lemhannas RI. (PERS)

Updates.