SERANG - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi saksi bisu semangat kebangsaan yang membara pada Kamis (18/9/2025). Kampus ini menggelar seminar akbar bertajuk ‘Lemhanas Goes to Campus’, sebuah kolaborasi strategis bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Acara ini bukan sekadar pertemuan akademis, melainkan sebuah panggilan jiwa bagi para mahasiswa untuk semakin mencintai tanah air dan memanggul tanggung jawab besar demi terwujudnya Indonesia Emas pada tahun 2045.
Suasana khidmat menyelimuti aula saat para petinggi negara dan akademisi berkumpul. Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., turut hadir, didampingi oleh Kapolda Banten Brigjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., serta Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT. Kehadiran Kepala Bappeda Provinsi Banten, Dr. Mahdani, SE, ST, M.Si, MM., beserta jajaran wakil rektor, dekan, dan tak ketinggalan, ribuan mahasiswa Untirta, semakin memperkaya makna penting acara ini.
Prof. Fatah Sulaiman mengungkapkan betapa krusialnya agenda ‘Lemhanas Goes to Campus’ di tengah dinamika problematika bangsa saat ini. Ia merasa bangga atas kemitraan strategis ini, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran ganda. “Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan melainkan juga bertanggung jawab sebagai warga negara menjaga NKRI, ” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sambutan hangat juga datang dari perwakilan Pemerintah Provinsi Banten. Kepala Bappeda Provinsi Banten menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas inisiatif Lemhannas RI dan Untirta. Ia menyoroti potensi besar Indonesia berkat bonus demografi. “Kami menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada bonus demografi dimana usia produktif mencapai 70 persen. Menurut data BPS 2024, 7, 7 jiwa dari 13 juta penduduk provinsi Banten merupakan peluang dan tantangan kita. Data ini merupakan gambaran bahwa Banten memiliki potensi besar untuk maju karena berada di gerbang ibu kota negara, ” papar Dr. Mahdani.
Gubernur Lemhannas RI, dalam pidatonya, menekankan esensi menjadi warga negara yang tidak hanya patuh, tetapi juga berkontribusi aktif. Ia memotivasi para mahasiswa untuk menyadari peran vital mereka. “Adek-adek berada di fase anak muda yang memiliki tanggung jawab yang besar. Bangsa ini lahir karena keberanian anak-anak muda, yang mampu menunjukkan karakternya. Budi Utomo karena lahir karena anak-anak muda yang kritis, memiliki visi ke depan dan tidak mau ditindas oleh negara lain, ” tuturnya, membakar semangat generasi penerus bangsa. (PERS)

Updates.