BISNIS - Di tengah hiruk pikuk kota Bandung, sebuah nama besar dalam industri perlengkapan outdoor lahir dari tangan dingin seorang pemuda sederhana. Ronny Lukito, sang visioner di balik merek legendaris Eiger, bukanlah sosok yang lahir dari keluarga berada. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan kemauan belajar tanpa henti dapat mengantarkan seseorang meraih puncak kesuksesan.
Perjalanan Ronny Lukito dimulai jauh dari gemerlap pabrik-pabrik modern. Lulusan Sekolah Teknologi Menengah (STM) ini, dengan segala keterbatasan finansial yang melingkupi keluarganya, tak gentar menghadapi kenyataan hidup. Ia adalah potret kegigihan seorang anak muda yang harus berjuang ekstra untuk menyambung hidup, bahkan sebelum ia memimpikan kejayaan bisnis.
Cerita bermula dari masa remajanya di Bandung, di mana ia tak hanya fokus pada pendidikan formal. Ronny terbiasa berkeliling kampung dengan sepeda motornya, menjajakan susu yang dibungkus plastik kecil. Aktivitas ini bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang pelanggan, pasar, dan pentingnya menjemput rezeki.
Lingkungan keluarga juga turut membentuk karakternya. Ayahnya, seorang pedagang tas dengan toko kecil, menjadi inspirasi sekaligus tempat Ronny mengasah naluri bisnisnya. Sejak dini, ia sudah akrab dengan proses produksi tas, membantu orang tuanya mulai dari pengepakan hingga melayani pembeli. Pengalaman langsung inilah yang kelak menjadi fondasi kuat bagi langkah-langkah besarnya.
Meskipun minim pendidikan tinggi formal, Ronny memiliki rasa haus akan ilmu yang luar biasa. Ia sadar betul bahwa dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Mengambil kursus manajemen, belajar dari buku, dan tak segan bertanya kepada siapapun yang dianggapnya lebih tahu, menjadi rutinitasnya. Kemauan belajar yang tak pernah padam inilah yang membuatnya mampu beradaptasi dan berkembang seiring zaman.
Tahun 1979 menjadi titik balik ketika Ronny bertekad untuk berkontribusi lebih besar bagi perekonomian keluarga. Ia mulai mengembangkan bisnis tasnya sendiri. Dengan modal yang terbilang minim, kurang dari satu juta rupiah, ia memberanikan diri membeli mesin jahit dan bahan baku. Dibantu oleh satu orang pegawai setia, ia mulai memproduksi tas yang kemudian ia pasarkan.
Perjuangan menembus pasar tak serta merta mulus. Ronny Lukito harus menghadapi penolakan demi penolakan saat mengajukan produknya ke Matahari Department Store. Namun, semangat pantang menyerahnya membawanya terus mencoba. Setelah mengajukan permohonan ke-13 kalinya, barulah pintu kesempatan terbuka. Dari sinilah, merek tas buatannya mulai dikenal, meski awalnya hanya dengan nilai penjualan yang belum signifikan.
Ia tak pernah ragu untuk turun langsung ke lapangan. Menjelajahi berbagai daerah, mencari mitra pengecer baru, dan membangun jaringan pemasaran menjadi rutinitasnya. Kesadaran bahwa masa depan bisnisnya bergantung pada momen tersebut memotivasinya untuk membuang jauh-jauh rasa malas.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang didirikannya, PT Eigerindo Multi Produk Industri, terus berkembang pesat. Dari awalnya hanya memproduksi tas, kini lini produknya merambah ke berbagai kebutuhan outdoor, dompet, hingga sarung ponsel. Merek-merek seperti Eiger, Exsport, dan Bodypack menjadi bukti nyata dominasinya di pasar.
Nama Eiger sendiri lahir pada tahun 1993, terinspirasi dari keindahan Gunung Eiger di Swiss. Merek ini didedikasikan untuk para pencinta alam, menawarkan perlengkapan berkualitas untuk mendaki gunung, berkemah, dan berbagai aktivitas luar ruang lainnya. Perjalanan Eiger dari sebuah rumah kontrakan yang difungsikan sebagai kantor hingga memiliki pabrik modern dengan ratusan penjahit adalah kisah transformasi yang mengagumkan.
Kini, di bawah bendera PT. Eksonindo Multi Product Industry, Ronny Lukito berhasil menguasai hampir separuh pangsa pasar perlengkapan outdoor di Indonesia, bahkan merambah pasar internasional seperti Singapura, Filipina, dan Jepang. Keberhasilannya tidak hanya terletak pada kuantitas produksi, tetapi juga pada kemampuan inovasi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen di setiap segmen pasar.
Kisah Ronny Lukito adalah pengingat bahwa latar belakang pendidikan atau status sosial bukanlah penentu utama kesuksesan. Semangat juang, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian untuk bermimpi besar adalah modal terpenting yang dapat membawa seseorang melampaui batas-batas kemampuannya. (PERS)

Updates.