FASHION - Nama Hermes kini identik dengan kemewahan tak tertandingi di jagat mode internasional. Di balik setiap tas, syal, atau aksesori yang berharga fantastis, tersembunyi kisah inspiratif seorang pria bernama Thierry Hermes. Bagi para pecinta mode, khususnya wanita, merek ini bukan sekadar produk, melainkan sebuah pernyataan status, simbol kekayaan dan kemakmuran yang mendunia.
Perjalanan Hermes dimulai jauh sebelum ia dikenal sebagai raksasa fashion. Lahir di Krefeld, Jerman, pada tahun 1801, Thierry Hermes memiliki akar Prancis dari ayahnya. Masa kecilnya diwarnai kesulitan, mulai dari wabah penyakit yang merenggut keluarganya hingga gejolak perang. Tekadnya bulat untuk mencari kehidupan yang lebih baik, ia pun memutuskan hijrah ke Prancis pada tahun 1821.
Di kota Paris, yang kelak menjadi pusat mode dunia, Thierry Hermes memulai babak baru pada tahun 1837. Ia mendirikan sebuah bengkel industri kecil, sebuah tempat di mana imajinasinya tentang keindahan dan kualitas mulai terwujud. Awalnya, fokusnya bukanlah tas tangan yang kita kenal sekarang, melainkan produk-produk yang melayani kebutuhan para bangsawan Eropa kala itu: sepatu, tali kekang, dan pelana kuda. Tak heran, logo ikonik Hermes menampilkan siluet kereta kuda yang megah, sebuah penghormatan abadi pada akar bisnisnya.
Kehidupan pribadi Thierry Hermes pun tak kalah menarik. Ia menikah dengan Christine Petronille Pierrart, dan dikaruniai dua putra, Adolphe dan Charles-Émile Hermès. Warisan bengkel industri yang dirintisnya kemudian diteruskan oleh sang putra bungsu, Charles-Émile, setelah Thierry Hermes berpulang pada tahun 1878.
Di bawah kepemimpinan Charles-Émile, bengkel industri warisan ayahnya mengalami transformasi luar biasa. Merek Hermes mulai menorehkan namanya di panggung global ketika mereka berani merambah pasar dengan tas tangan pada tahun 1935, sebuah inovasi yang berawal dari desain tas yang tadinya digunakan untuk kuda. Namun, popularitas sesungguhnya meroket di kalangan sosialita Eropa pada tahun 1950-an.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa produk-produk Hermes, terutama tasnya, begitu mahal? Rahasianya terletak pada dedikasi tanpa kompromi terhadap keahlian tangan. Sejak era Charles-Émile, Hermes berkomitmen untuk memproduksi setiap barang tanpa bantuan mesin. Setiap jahitan, setiap detail, dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin. Kualitas bahan baku pun menjadi prioritas utama. Ambil contoh tas Hermes asli yang terbuat dari kulit buaya pilihan, di mana setiap helai kulit dipilih dengan cermat untuk menghasilkan kemewahan dan kehalusan yang tak tertandingi. Kombinasi keahlian tangan yang presisi dan material terbaik inilah yang menciptakan kesan mewah, elegan, dan pada akhirnya, harga yang begitu istimewa.
Hermes tidak berhenti pada tas. Visi mereka terus berkembang, merambah ke berbagai lini produk fashion lainnya seperti perhiasan berkilau, ikat pinggang yang stylish, dasi yang berkelas, jaket yang memukau, hingga parfum yang menggoda. Generasi penerus Hermes senantiasa berinovasi, termasuk dalam menciptakan koleksi khusus untuk wanita, menunjukkan pemahaman mendalam tentang keinginan dan selera pasar.
Tas Hermes, khususnya, tetap menjadi primadona yang selalu diburu. Wajar saja jika harganya bisa melambung hingga puluhan juta rupiah. Beberapa desain tas Birkin yang langka bahkan bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Hingga kini, Hermes kokoh berdiri sebagai simbol kemewahan global, terus memikat hati para sosialita dan individu berkelas di seluruh dunia. (PERS)

Updates.