Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya: Klaim Keuntungan Bersih MBG Sebesar Rp1,8 Miliar per Tahun adalah Asumsi Fiktif

    Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya: Klaim Keuntungan Bersih MBG Sebesar Rp1,8 Miliar per Tahun adalah Asumsi Fiktif
    Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya

    JAKARTA - Informasi yang beredar di media sosial mengenai keuntungan fantastis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program makan bergizi gratis (MBG) telah dibantah keras oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Narasi yang menyebutkan mitra SPPG meraup keuntungan bersih Rp1, 8 miliar per tahun dinilai tidak berdasar dan keliru.

    Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, secara tegas menyatakan bahwa klaim keuntungan bersih sebesar Rp1, 8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang jauh dari realitas bisnis dan investasi yang sebenarnya.

    "Mitra mendapatkan 'untung bersih' Rp1, 8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi, " kata Sony dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

    Pernyataan ini dilontarkan Sony sebagai respons terhadap maraknya video dan narasi di jagat maya yang mengklaim mitra SPPG menikmati keuntungan bersih hingga Rp1, 8 miliar per tahun. Bahkan, klaim tersebut dikaitkan dengan dugaan mark-up bahan baku, menimbulkan spekulasi negatif terkait pengelolaan program.

    Kabar tak sedap ini semakin diperparah dengan dugaan keterkaitan kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu. Hal ini menciptakan kesan bahwa program MBG diduga disiapkan untuk membiayai kepentingan politik, sebuah tudingan yang sangat serius.

    Sony lebih lanjut menjelaskan bahwa angka Rp1, 8 miliar bukanlah keuntungan bersih, melainkan perkiraan pendapatan kotor maksimal yang diterima mitra. Pendapatan ini masih harus dipotong berbagai biaya krusial.

    "Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan pendapatan sebelum dikurangi biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya, " tegasnya.

    Ia menguraikan bahwa skema kemitraan yang diterapkan menempatkan mitra pada risiko bisnis yang nyata. Risiko tersebut mencakup kontrak tahunan yang bersifat dinamis, biaya pemeliharaan aset yang berkelanjutan, hingga potensi biaya renovasi dan relokasi fasilitas.

    Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp2, 5 hingga Rp6 miliar, dan pendapatan kotor sekitar Rp1, 8 miliar per tahun, Sony menghitung bahwa titik impas (Break Even Point/BEP) secara rasional baru dapat dicapai dalam rentang waktu 2 hingga 2, 5 tahun.

    "Pada tahun pertama dan kedua, mitra pada umumnya masih berada dalam fase pengembalian modal dan depresiasi aset, " jelasnya, menggarisbawahi bahwa keuntungan besar bukanlah hal yang instan diraih.

    BGN juga dengan tegas membantah tudingan bahwa mitra memperoleh keuntungan dengan cara mengurangi porsi makanan yang disajikan. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip program.

    Proses seleksi mitra untuk program MBG diklaim BGN dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan persyaratan yang ketat. Siapapun pihak, baik dari sektor swasta, koperasi, BUMDes, maupun yayasan, yang memiliki kapasitas investasi memadai (Rp2, 5-6 miliar), lahan dengan zonasi yang sesuai, serta mampu memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan sesuai Juknis 401.1, berhak mengikuti proses seleksi.

    "Tidak ada jaminan kekebalan bagi pihak mana pun. Apabila melanggar SOP keamanan pangan, SPPG tetap dapat disuspend atau diputus kontraknya. Standar teknis dan kepatuhan menjadi satu-satunya parameter evaluasi, " tandas Sony, menutup klarifikasi tersebut. (PERS) 

    bgn sppg makan bergizi gratis keuangan klarifikasi berita hoaks
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Dandim 1714/PJ Dampingi Bupati Puncak Serahkan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Mahasiswa UMN Tingkatkan Tata Kelola dan Ekonomi Nagari Sikucur
    Harmoni di Bukit Sion Sinak: TNI dan Jemaat Bangun Kedamaian Bersama
    Sentuhan Ksatria di Sinak: TNI Perkuat Kepercayaan Warga Lewat Komsos dan Kesehatan
    Satgas Yonif 113/JS: Dialog Humanis Bangun Kepercayaan Warga Zanepa
    Satgas Yonif 113/JS: Kesehatan Merata di Pedalaman Papua Lewat "Door to Door"

    Ikuti Kami