BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Selamatkan Generasi Muda Tanpa Kompromi pada Sindikat

    BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Selamatkan Generasi Muda Tanpa Kompromi pada Sindikat

    Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di Indonesia di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, perang narkoba kini tidak lagi semata mengandalkan penindakan hukum.

    Dalam hal ini BNN menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan terorganisir.

    Transformasi tersebut menegaskan arah baru BNN melalui pendekatan Perang Semesta Narkotika dan Pemulihan Generasi dengan melibatkan “keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara” dalam upaya pencegahan maupun pemulihan korban.

    Menurut Komjen Suyudi, tujuan utamanya adalah untuk memastikan anak dan remaja harus bisa menjauhi hingga menolak penyalahgunaan narkoba, demi memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan.

    “Perang melawan narkoba, tidak hanya menangkap bandar, utamanya dengan menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke jaringan narkoba, ” tegas Komjen Suyudi, Minggu (3/1/2026).

    Sebagai langkah preventif, BNN memprioritaskan anak dan remaja melalui program “Ananda Bersinar”, dengan menitikberatkan edukasi bahaya narkoba sejak dini, penguatan karakter, keterampilan hidup, serta peningkatan peran orang tua, untuk membangun ketahanan kesehatan mental sejak dini dan sosial generasi penerus baik melalui keluarga, pendidikan karakter dan lingkungan yang sehat.

    “Kami tindak tegas sindikat narkotika, jaringan, laboratorium dan peredaran / pengedar narkoba pasti kami kejar tanpa kompromi, narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa.” Pungkas konjen Suyudi.

    Kita ketahui, BNN tetap membongkar jaringan besar, mulai dari pengungkapan dua ton sabu di Batam, pembongkaran clandestine lab di Tangerang, hingga pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai daerah.

    Upaya kemanusiaan juga diperkuat melalui Rehabilitasi Keliling (Re-Link) di 10 provinsi prioritas dengan lebih dari 1.400 agen pemulihan, pengembangan Desa Bersinar, penguatan Call Center 184, serta Tim Pelayanan Terpadu untuk respons cepat.

    Transformasi BNN mendapat pengakuan internasional seiring meningkatnya peran Indonesia di forum global seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND), menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang tegas sekaligus progresif dalam kebijakan narkotika.

    Menutup pernyataannya, Komjen Suyudi menegaskan visi jangka panjang tersebut, “Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba.”

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Gotong Royong Polri dan Masyarakat, Polres...

    Artikel Berikutnya

    Kejagung Bantah Ambil Alih Kasus Nikel yang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Tingkatkan Kemampuan dan Ketangkasan Prajurit, Kodim 0811 Tuban Latihan Pencak Silat Militer
    Polres Pacitan Gandeng Ipda Purnomo Rehabiltasi Lima ODGJ
    Gratis, Polres Kediri Kota Temukan dan Kembalikan Motor Hilang  kepada Pemiliknya
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bapas Nusakambangan Ikuti Panen Raya Serentak
    Polri Hadir Menyentuh dari Pintu ke Pintu: Layanan Kesehatan dan Home Visit Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    Ikuti Kami