POLITISI - Lahir di Jakarta pada 9 Agustus 1964, Dewi Coryati telah menorehkan jejak panjang dalam kancah politik Indonesia. Pengabdiannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) kini memasuki periode keempat, membuktikan konsistensi dan kepercayaan publik yang terus mengalir kepadanya. Dari tahun 2009 hingga 2014, 2014 hingga 2019, 2019 hingga 2024, dan kini berlanjut hingga 2024-2029, Dewi Coryati menjadi representasi aspirasi masyarakat.
Puncak apresiasi publik terlihat jelas pada Pemilihan Umum 2024, di mana Dewi Coryati berhasil meraih suara pribadi terbanyak di daerah pemilihannya, Bengkulu, dengan total 152.052 suara. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari kerja keras dan kedekatan beliau dengan konstituennya. Sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN), kiprahnya kini dipercayakan di Komisi X, sebuah posisi strategis yang melibatkan bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga.
Perjalanan akademis Dewi Coryati menunjukkan kedalaman pemikirannya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Iskandaria, Jakarta, dilanjutkan SMP Negeri 1 Kendari, dan SMA Negeri 5 Bandung. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diraihnya dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1989. Tak berhenti di situ, beliau memperkaya pengetahuannya dengan studi Magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia (2004–2006), dan kini tengah menempuh jenjang Doktoral Ilmu Sosial di Universitas Negeri Padjadjaran hingga 2024, menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat.
Pengalaman organisasinya yang kaya menjadi fondasi kuat bagi karier politiknya. Sejak tahun 2000, Dewi Coryati aktif dalam berbagai kepengurusan, mulai dari Badan Pemberdayaan Perempuan DPP PAN, Komite Pemenangan Pemilu Indonesia, hingga memimpin Departemen Koordinasi Instruktur DPP PAN. Keterlibatannya dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia dan peranannya sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan KPPRI (2009–2014) menunjukkan perhatiannya yang besar pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Dewi Coryati membangun karier profesional sebagai dokter hewan. Pengalamannya sebagai praktisi, mulai dari Himpunan Profesi Satwa Liar (1985–1988), Praktek Dokter Hewan Bersama (1989–1992), hingga Dokter Hewan Pondok Pengayom Satwa (1993–2002), membentuknya menjadi pribadi yang peduli dan teliti. Pengalaman ini kemudian ia bawa dalam kapasitasnya sebagai Staf Ahli DPR-RI Fraksi PAN (2005–2007), sebelum akhirnya dipercaya oleh rakyat untuk duduk di kursi parlemen.
Kisah Dewi Coryati adalah bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang tulus terhadap pelayanan publik akan selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat. Perjalanan panjangnya di DPR RI, yang ditandai dengan perolehan suara terbanyak di Pemilu 2024, menginspirasi banyak pihak untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa. (PERS)

Updates.