OPINI - Dunia kerja masa kini bukan lagi sebuah garis lurus yang statis, melainkan sebuah ekosistem yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Di tengah riuh rendahnya perubahan teknologi dan pergeseran tren industri, pendidikan tidak lagi cukup hanya sekadar proses meraih ijazah. Pendidikan harus menjadi kompas yang mengarahkan anak menuju masa depan yang konkret. Di sinilah peran orang tua dan pendidik sebagai pemandu utama menjadi krusial dalam menyusun perencanaan karier sejak dini.
Proses memandu anak dalam perencanaan karier dimulai dengan eksplorasi potensi diri. Anak-anak sering kali memiliki minat yang luas namun belum terarah. Pendampingan yang tepat membantu mereka mengenali kekuatan unik, baik itu bakat artistik, kemampuan logika matematika, maupun kecerdasan interpersonal. Tanpa panduan, potensi ini ibarat benih yang jatuh di tanah gersang; ia ada, namun sulit untuk tumbuh secara optimal. Dengan observasi yang teliti, pendamping dapat memberikan stimulasi melalui kegiatan ekstrakurikuler atau literasi yang relevan untuk memperdalam pemahaman anak terhadap minatnya.
Selain mengenal diri, anak perlu dipandu untuk memahami realitas dunia kerja. Pendidikan formal sering kali memiliki celah antara teori di kelas dengan kebutuhan industri. Melalui diskusi yang terbuka dan bimbingan karier, anak diajak untuk melihat bagaimana pelajaran yang mereka tekuni hari ini memiliki korelasi dengan profesi di masa depan. Misalnya, bagaimana penguasaan bahasa asing membuka pintu di industri kreatif global atau bagaimana pemahaman sains mendasari inovasi di bidang energi terbarukan. Panduan ini memberikan makna pada setiap proses belajar, sehingga anak memiliki motivasi intrinsik karena tahu ke mana arah tujuan mereka.
Lebih jauh lagi, perencanaan karier yang dipandu dengan baik membantu anak membangun ketangguhan dan fleksibilitas. Karier di masa depan tidak hanya membutuhkan keahlian teknis (hard skills), tetapi juga kecakapan hidup (soft skills) seperti pemecahan masalah dan adaptabilitas. Ketika anak dibimbing untuk menetapkan target pendidikan yang selaras dengan cita-citanya, mereka belajar untuk bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Mereka tidak hanya menjadi pengikut arus, melainkan navigator yang mampu menyesuaikan layar saat arah angin industri berubah.
Sebagai kesimpulan, memandu anak dalam pendidikan untuk perencanaan karier adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai. Ini bukan tentang memaksakan kehendak orang tua, melainkan tentang menyediakan perangkat yang memadai agar anak mampu membuat keputusan yang cerdas dan mandiri. Dengan bimbingan yang tepat, pendidikan akan bertransformasi dari sekadar rutinitas akademis menjadi sebuah perjalanan strategis menuju kehidupan dewasa yang memuaskan dan bermakna.
Jakarta, 18 Januari 2026
Dr. Ir. Hendri, ST., MT
Akademisi/ Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia

Updates.