JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menjadi saksi keilmuan Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada Senin, 23 Februari 2026. Dalam sebuah forum tertutup, SBY hadir untuk berbagi pandangannya yang kaya akan pengalaman mengenai lanskap geopolitik global terkini, sebuah topik krusial yang terus berkembang dan mempengaruhi arah strategis bangsa.
Kehadiran beliau bukan sekadar simbol, melainkan sebuah kesempatan berharga bagi para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (P3N) XXVII, Program Pendidikan Reguler Angkatan (P4N) LXIX Tahun Anggaran 2026, serta seluruh jajaran personel Lemhannas RI untuk menyerap pengetahuan mendalam. Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mereka tentang kompleksitas lingkungan strategis yang dihadapi Indonesia.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hassan Syadzily, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya peran SBY dalam forum tersebut. Beliau menyatakan keyakinannya bahwa SBY, dengan rekam jejak kepemimpinannya sebagai Presiden keenam Indonesia, memiliki perspektif unik dan pengetahuan berharga yang dapat dibagikan.
"Saat ini beliau pasti sangat memonitor dan mengikuti proses perkembangan geopolitik global. Beliau juga adalah Presiden Indonesia yang ke-6, tentu banyak sekali pengetahuan yang akan diberikan kepada kita semua, " kata Gubernur Lemhannas RI, Ace Hassan Syadzily, saat membuka kuliah umum di Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.
SBY, dengan pengalamannya memimpin negara di tengah dinamika global yang seringkali tak terduga, diharapkan dapat memberikan analisis tajam mengenai bagaimana Indonesia dapat menavigasi tantangan dan memanfaatkan peluang di panggung internasional.
Kuliah umum ini menjadi bukti nyata komitmen Lemhannas RI dalam mencetak pemimpin yang memiliki wawasan strategis komprehensif. (PERS)

Updates.