JAKARTA - Langkah strategis diambil oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) dengan menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini bergulir masif di seluruh penjuru negeri. Dukungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan berakar pada visi besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, menekankan pentingnya memandang polemik seputar besaran anggaran program ini sebagai sebuah investasi fundamental. Ia berargumen bahwa alokasi dana tersebut bukanlah pemborosan, melainkan penanaman modal demi meningkatkan kualitas biologis dan kognitif generasi penerus bangsa.
"Kita harus jernih melihat bahwa Makan Bergizi Gratis adalah sebuah investasi peradaban. Literasi dan kecerdasan tidak akan mungkin tumbuh maksimal di atas perut yang lapar. Menurut kami, memastikan setiap anak mendapatkan asupan protein yang cukup adalah langkah paling konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan dan stunting secara struktural, " kata Sholahudin, Selasa (24/2/2026).
Menanggapi kekhawatiran mengenai beban fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Sholahudin menawarkan perspektif yang berbeda. Ia menilai bahwa biaya yang dikeluarkan saat ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan potensi beban di masa depan akibat rendahnya produktivitas dan tingginya biaya kesehatan yang timbul dari malnutrisi pada generasi saat ini.
"Jangan hanya menghitung angka yang keluar dari kantong negara hari ini sebagai beban. Sebaliknya, menurut pandangan kami, ini adalah upaya preventif. Anak yang sehat hari ini akan menjadi tenaga kerja yang kompetitif dan produktif di masa depan, yang justru akan menjadi penggerak ekonomi bangsa, " ujarnya.
Lebih jauh, Sholahudin menyoroti dampak ekonomi kerakyatan atau multiplier effect yang mulai terasa di lapisan masyarakat paling bawah. Ia mencatat bagaimana keterlibatan petani, peternak, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok MBG telah berhasil menghidupkan ekosistem ekonomi di tingkat desa.
|
Baca juga:
Pendidikan Karakter Wujudkan Indonesia Emas
|
"Program ini memiliki multiplier effect yang luar biasa. Uang negara mengalir langsung ke kandang-kandang ayam peternak di desa dan sawah-sawah petani lokal. Dengan begitu, ekonomi tidak lagi hanya berputar di kota-kota besar, melainkan mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok, " tegas Sholahudin. (PERS)

Updates.