PALEMBANG - Sumatera Selatan berdenyut lebih kencang dengan prospek konektivitas yang semakin terbentang. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru saja menorehkan jejaknya di Bumi Sriwijaya, melakukan kunjungan kerja yang sarat makna. Fokus utamanya: memantau langsung denyut nadi pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2, serta progres krusial Jembatan Musi V, Rabu (12/02/2026).
Ini bukan sekadar tinjauan biasa, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk memastikan mega proyek strategis nasional ini melaju sesuai harapan, membentangkan jalan bagi kemajuan masyarakat.
Di tengah hamparan proyek yang terus menggeliat, AHY didampingi jajaran penting: Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki, serta duet maut dari Hutama Karya, Direktur Human Capital and Legal Muhammad Fauzan dan Executive Vice President (EVP) Divisi Pembangunan Jalan Tol Pulung Satyo Anggono. Kehadiran mereka menjadi saksi bisu progres yang membanggakan.
Angka-angka berbicara lantang: progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 telah membubung tinggi di angka 89, 91%, sementara pembebasan lahan menyusul di 93, 85%. Tak ketinggalan, Jembatan Musi V, sang penghubung vital, telah mencapai 96% penyelesaian. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, mendekati garis finis.
“Pastikan Jembatan Musi V benar-benar kuat dan andal untuk menyangga mobilitas manusia, barang, dan jasa menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera. Lanjutkan dan tuntaskan, ” seru AHY, menekankan pentingnya kualitas dan keandalan sebagai fondasi konektivitas jangka panjang. Nada yang sama bergema untuk jalan tol, “Lanjutkan dan tuntaskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (Palembang–Betung) untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Terima kasih atas kerja kerasnya.” Pernyataan ini adalah suntikan semangat, apresiasi yang berpadu dengan dorongan untuk segera merampungkan proyek agar manfaatnya dapat segera dinikmati.
AHY juga memberikan perhatian khusus pada percepatan pembebasan lahan, seraya mengingatkan pentingnya kepatuhan pada regulasi yang berlaku. Ini menunjukkan keseimbangan antara ambisi percepatan dan prinsip tata kelola yang baik.
Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyambut baik kehadiran Menko. “Kehadiran Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di lapangan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas konstruksi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan kesiapan layanan operasional agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat, ” ujarnya, menegaskan komitmen Hutama Karya di hadapan pimpinan tertinggi.
Proyek ambisius ini diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tentu saja, keselamatan dan kelayakan teknis menjadi prioritas utama, memastikan setiap kilometer tol dan setiap bentangan jembatan aman dan siap melayani.
Jembatan Musi V, dengan bentang total 1.684 meter, adalah urat nadi baru yang menghubungkan kawasan Gandus di Palembang dengan wilayah Banyuasin, melintasi Sungai Musi yang saksi bisu sejarah. Keberadaannya mendefinisikan ulang arti konektivitas, menjadikan jaringan tol Trans Sumatera semakin utuh dan tanpa sekat.
Ruas tol Palembang–Betung bukan sekadar jalan, melainkan jembatan ekonomi yang menghubungkan Palembang dengan Jambi, membuka potensi baru di sepanjang koridor utama Trans Sumatera. Jika dulu perjalanan Palembang–Betung memakan waktu 3–4 jam, kini diperkirakan hanya sekitar 1 jam. Bayangkan efisiensi waktu, pengurangan kemacetan, dan geliat ekonomi yang akan terlahir.
Lebih jauh lagi, infrastruktur ini diharapkan menjadi ikon kebanggaan Sumsel, simbol kemajuan yang mendongkrak daya saing, memperlancar logistik, dan menekan biaya distribusi. Sebuah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kunjungan kerja ini mencerminkan sinergi Pemerintah melalui kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Perhubungan, serta Hutama Karya, dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ” pungkas Mardiansyah, menggarisbawahi kolaborasi solid yang menjadi kunci keberhasilan.
Hutama Karya sendiri telah menorehkan jejak ±1.235 km Jalan Tol Trans Sumatera. Sejumlah ruas telah beroperasi penuh, menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam membangun negeri, dari ujung barat hingga timur Sumatera. (PERS)

Updates.