BOGOR - Menjelang musim libur Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri secara proaktif telah melakukan peninjauan mendalam terhadap kesiapan Tol Fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi.
Peninjauan yang dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, bersama Pejabat Tinggi Utama (PJU) Korlantas Polri dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Jawa Barat, difokuskan pada ruas Tol Bocimi yang disiapkan beroperasi secara fungsional. Tujuannya jelas: memecah kepadatan lalu lintas di jalur arteri nasional yang menghubungkan Bogor dan Sukabumi.
“Kami bersama PJU dan Dirlantas Jabar mengecek langsung kesiapan jalur. Kita survei, khususnya Tol Bocimi yang nanti fungsional dari Cibadak menuju Karang Tengah, ” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, Jumat (20/2/2026).
Pengoperasian fungsional pada Seksi 3 Tol Bocimi, yang membentang dari Parung Kuda hingga Exit Karang Tengah, akan menjadi solusi strategis. Pengguna jalan yang menuju Palabuhanratu atau Cibadak akan dialihkan untuk keluar melalui Exit Tol Parung Kuda (KM 72).
“Jadi, sepanjang 5 kilometer ini sangat strategis untuk memecah jalur yang ada di arteri atau nasional, khususnya menghindari dari kemacetan di Pasar Cibadak, ” jelasnya.
Bagi pengendara dari arah Jakarta yang hendak menuju Kota Sukabumi, skema ini juga menawarkan alternatif. Mereka akan diarahkan masuk ke tol fungsional dan keluar di Exit Karang Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan nasional. Dengan demikian, titik-titik kepadatan di Cibadak dapat dihindari.
“Arus yang dari Jakarta menuju Sukabumi itu bisa kita pecah menjadi dua, baik yang melalui arteri dan fungsional, ” terangnya, optimis bahwa skema ini akan mempercepat waktu tempuh sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan nasional.
Direktur Utama PT Trans Jawa Barat, Abdul Hakim, mengonfirmasi bahwa ruas sepanjang kurang lebih 5 kilometer dari Parung Kuda hingga Karang Tengah memang dipersiapkan untuk pengoperasian fungsional. Ini merupakan komitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama saat puncak arus mudik dan balik Lebaran.
“Kita mempersiapkan kurang lebih 5 kilometer dari Parung Kuda sampai nanti di ujungnya keluar di Karang Tengah. Karang Tengah itu nanti keluarnya nyambung di jalan nasional yang sudah melewati beberapa titik-titik yang padat Pasar Cibadak, ” ungkapnya.
Dengan kesiapan Tol Fungsional Bocimi, diharapkan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan titik-titik rawan kemacetan di wilayah Sukabumi serta sekitarnya dapat terurai secara efektif. (PERS)

Updates.