POLITISI - Hinca Ikara Putra Panjaitan XIII, sosok yang lahir pada 25 September 1964, telah mengukir jejak panjang dalam kancah politik Indonesia. Sejak tahun 2018, ia telah mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara III. Pengalamannya di dunia politik kian terasah ketika ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat selama periode 2015 hingga 2020. Tak hanya itu, Hinca juga pernah memimpin Divisi Komunikasi Publik partai berlambang Mercy tersebut, serta turut berperan dalam komite konvensi penjaringan calon presiden.
Di luar arena politik, nama Hinca Pandjaitan juga sangat lekat dengan dunia sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kiprahnya di federasi sepak bola nasional ini cukup signifikan, termasuk ketika ia menjabat sebagai Ketua Komisi Disiplin PSSI. Puncak karirnya di PSSI terjadi pada Kongres Luar Biasa yang digelar di Surabaya, 18 April 2015, di mana ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI mendampingi Erwin Dwi Budiawan. Dinamika PSSI yang penuh gejolak kala itu akhirnya membawa Hinca pada posisi strategis sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PSSI, menggantikan La Nyalla Mataliti, setelah Kongres Luar Biasa pada 3 Agustus 2016.
Perjalanan hidup Hinca dimulai di Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 25 September 1964. Ia adalah putra kedua dari pasangan Sangil Songsongan Pandjaitan XII dan Nurianna Orem Siagian. Masa kecilnya dihabiskan dengan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Aek Songsongan, Bandar Pulau, Asahan, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri Gambir Baru, Kisaran, Asahan.
Langkah pendidikannya berlanjut ke jenjang menengah, di mana ia menimba ilmu di SMP Negeri 1 Kisaran dan kemudian SMA Negeri 1 Kisaran. Ambisinya untuk mendalami ilmu hukum membawanya meraih gelar Sarjana Hukum (SH) di bidang Hukum Tata Negara dari Universitas HKBP Nommensen. Gelar Magister Hukum (MH) di bidang yang sama pun ia raih dari Program Pascasarjana Universitas Padjajaran. Tak berhenti di situ, Hinca juga membekali dirinya dengan keahlian analisis dampak lingkungan (AMDAL) dari Universitas Gadjah Mada, legal drafting dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1995, serta sertifikasi cyber crime (ACCS) dari STIMIK Perbanas pada tahun 2005.
Karier profesional Hinca Pandjaitan mencakup berbagai bidang. Ia dikenal sebagai seorang advokat andal yang terdaftar dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia. Sejak tahun 1987 hingga 1999, ia berkontribusi sebagai Asisten Dosen di Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan. Pengalaman mengajarnya juga meluas ke SMK Santa Maria 2 Bandung (1989-1992), Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan (1992-1993), dan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta (1993-1999). Pintu kesempatan internasional terbuka baginya pada tahun 1997 sebagai Visiting Fellow di Universitas Griffith, Queensland, Australia. Dari tahun 1998 hingga 2001, ia mengabdikan ilmunya sebagai Legal Consultant di PT Datakom Asia. (PERS)

Updates.