POLITISI - Terlahir di tengah keluarga yang dikenal akan pengaruhnya di tanah Batak, Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, atau yang akrab disapa Sihar Sitorus, telah menorehkan jejak yang menginspirasi. Lahir pada 12 Juli 1968, perjalanan hidupnya merupakan perpaduan apik antara ketajaman bisnis, panggilan politik, dan kecintaan mendalam pada dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Pengalaman Sihar Sitorus di kancah politik tak bisa dianggap remeh. Ia pernah tampil sebagai calon Wakil Gubernur Sumatera Utara pada periode 2018-2023, berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Lebih jauh lagi, mandat rakyat mengantarkannya menjadi Anggota DPR RI untuk periode 2019-2024, mewakili Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut II. Peranannya dalam kontestasi nasional semakin diperhitungkan ketika ia dipercaya menjadi juru kampanye nasional untuk Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014, sebuah bukti kepercayaan yang besar.
Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Sihar Sitorus telah membangun fondasi pendidikan yang kokoh. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di ibu kota, Jakarta. Kehausan akan ilmu membawanya melintasi samudra ke Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Bachelor of Science in Business Administration dari University of Arizona pada tahun 1987. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Business Administration dari Creighton University, Omaha, pada tahun 1991. Ambisinya terus membara dengan penyelesaian program Diploma Business Economic dari Strathclyde University, Glasgow, pada 1993, dan puncaknya, ia meraih gelar Doctor of Business Administration dari Manchester Business School, Inggris, pada tahun 2005. Pendidikan tinggi di berbagai institusi ternama ini jelas membentuk cara pandangnya dalam memimpin dan berinovasi.
Karier profesional Sihar Sitorus terentang di berbagai sektor strategis. Pengalamannya di PT Freeport Indonesia dari tahun 1993 hingga 1995 memberinya pemahaman mendalam tentang industri sumber daya alam. Dilanjutkan dengan perannya di PT Bursa Efek Jakarta (1995-1997), ia mengasah ketajamannya dalam dunia finansial. Tak hanya itu, Sihar juga pernah berkontribusi sebagai tenaga ahli di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Sejak 1998 hingga kini, ia mengemban amanah sebagai Direktur di Lembaga Peduli Hutan Indonesia, menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.
Namun, denyut nadi Sihar Sitorus terasa lebih kencang ketika berbicara tentang sepak bola. Kecintaannya pada olahraga kulit bundar ini terwujud nyata melalui pendirian empat klub sepak bola yang turut mewarnai kancah nasional: Medan United FC, Medan Chiefs, Pro Duta Football Club, dan Nusaina FC. Ia juga pernah memimpin klub legendaris PSMS Medan, sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara. Dedikasinya tak berhenti pada level profesional; pembinaan usia dini menjadi fokus utamanya melalui Akademi Sepakbola Medan United dan Boca Juniors Football Schools Indonesia, yang berafiliasi langsung dengan klub raksasa Argentina, Club Atlético Boca Juniors. Semangat ekspansinya bahkan merambah ke kancah Eropa dengan memiliki klub yang berkompetisi di Belgia, F.C.V. Dender E.H. Puncaknya, pada tahun 2011, Sihar Sitorus didaulat menjadi Ketua Komite Kompetisi PSSI dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Staf Ahli Timnas, membuktikan perannya yang signifikan dalam memajukan sepak bola Indonesia di berbagai tingkatan. (PERS)

Updates.