Antrean BBM Mengular di Pesing, Isu Kenaikan Harga Bikin Resah

    Antrean BBM Mengular di Pesing, Isu Kenaikan Harga Bikin Resah

    JAKARTA - Kemacetan parah terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa sore (31/03/2026). Antrean kendaraan roda empat yang memanjang hingga ke badan jalan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Pesing menciptakan pemandangan yang mendebarkan. Kendaraan berjejer hingga tiga baris, membuat lalu lintas tersendat dan klakson bersahutan memecah ketegangan.

    Di tengah kekacauan lalu lintas ini, terungkap bahwa sumber keresahan adalah isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang santer terdengar akan berlaku pada 1 April 2026. Informasi ini, meskipun telah dibantah oleh pemerintah, tampaknya telah menghantui pikiran para pengendara.

    Masdayat (42), seorang sopir truk, menceritakan pengalamannya yang tak menyenangkan. Ia mengaku telah berkeliling dari Kalideres hingga Pesing, namun semua SPBU yang dilewatinya dipenuhi antrean. "Dari Kalideres, udah nyisir sampai akhirnya ngisi (bahan bakar) di sini (SPBU Pertamina Pesing), " ujarnya getir.

    Ia melanjutkan, "Dengar-dengar dari teman-teman bakal naik harganya." Perasaan was-was akan kenaikan harga BBM mendorongnya untuk segera mengisi tangki kendaraannya, meski harus berjam-jam mengantre. Bersama kernetnya, Masdayat telah menunggu selama kurang lebih satu jam, dan masih banyak kendaraan di depannya yang sudah lebih lama menanti.

    Rinto (47), seorang pedagang cilok yang mangkal di depan SPBU, mengonfirmasi bahwa antrean kendaraan sudah memadati area tersebut sejak pukul 13.30 WIB. "Dibanding sama hari-hari kemarin, lebih padat hari ini, " ungkapnya.

    Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini diambil setelah koordinasi mendalam dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    "Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi, " jelas Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya.

    Pemerintah juga menjamin ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman, seraya mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau resah. "Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian, " tambahnya.

    Klarifikasi dari pemerintah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan meredam kekhawatiran masyarakat yang sempat bergulir akibat isu kenaikan harga BBM. (PERS) 

    bbm pertamina spbu jakarta barat harga bbm isu kenaikan bbm
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Prasetyo Hadi: Harga BBM Tak Naik, Pemerintah...

    Artikel Berikutnya

    ASN WFH Tiap Jumat Mulai 1 April 2026, Waspadai...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    TNI Ungkap Perkembangan Penyidikan Kasus Penganiayaan Terhadap Sdr. AY
    Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali
    Pasiops Kodim Klungkung Ikuti FGD dan Persiapan Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi
    Pjs Pasilog Kodim Klungkung Jadi Narasumber Wasbang di SMPN 2 Semarapura
    Serma Wayan Sukadana Dampingi Pelaksanaan Melasti di Desa Getakan

    Ikuti Kami