JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., secara resmi membuka Pameran Seni Rupa “Ruang Tafakur”, sebuah perayaan mendalam atas spiritualitas Islam dalam karya seni rupa. Acara yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya ini berlangsung di Bentara Budaya Jakarta pada Jumat (27/02/2026), menghadirkan nuansa yang kental dengan nilai-nilai keislaman.
Kehadiran para petinggi Kompas Gramedia dan Bentara Budaya, seperti Direktur Corporate Communication Glory Oyong, General Manager Ilham Khoiri, dan Manager Ika W Burhan, menandai pentingnya kolaborasi dalam memajukan ekspresi budaya.
Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, menunjukkan bagaimana napas keislaman meresap dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari arsitektur hingga kuliner. Namun, di tengah hiruk pikuk dinamika sosial dan keagamaan, dimensi estetik seni Islam terkadang tersisihkan. Menyadari hal ini, Bentara Budaya berinisiatif untuk membangkitkan kembali apresiasi terhadap seni Islam.
"Karena itu, Bentara Budaya ingin menjadi bagian dari upaya untuk memanggungkan ekspresi seni itu, " ujar Ilham Khoiri dalam sambutannya, menekankan visi di balik penyelenggaraan pameran ini.
Bertepatan dengan bulan Ramadan, pameran ini secara khusus mengangkat karya-karya seni rupa yang terinspirasi dari spiritualitas Islam, banyak di antaranya merupakan hasil karya para santri. Ilham Khoiri berharap pameran ini dapat menghadirkan keteduhan, kedamaian, dan keindahan, sejalan dengan ajaran agama yang mencintai keindahan.
Kurator Pameran, Hilmi Faiq, menambahkan bahwa pameran ini menjadi wadah penting bagi ekspresi seni bernuansa Islam yang kerap sulit ditemukan. Ia mengibaratkan seni ini sebagai manifestasi dari iman dan ritual yang diwujudkan dalam perilaku nyata.
"Maka saya menilai bahwa, ekspresi seni yang ada di sini tidak lain adalah manifestasi dari kredo dan ritus tadi, " kata Hilmi Faiq, menggarisbawahi makna mendalam di balik setiap karya.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam pidato pembukaannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pameran ini. Ia melihat pameran ini sebagai momen penting untuk merayakan keragaman di bulan Ramadan, sekaligus memberikan ruang bagi seni rupa Islam untuk berkembang.
|
Baca juga:
Indonesia Harusnya Jadi Poros Maritim Dunia
|
Lebih jauh, Gubernur Lemhannas RI menyoroti relevansi seni dan budaya dalam kerangka ketahanan nasional. Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya mencakup aspek geopolitik dan pertahanan, tetapi juga kesehatan mental yang dapat dibangun melalui ruang spiritualitas dan budaya.
"Ketika kita menempatkan diri kita untuk berada pada ruang spiritualis, itu artinya kita sedang membangun agar diri kita memiliki kesehatan mental yang kuat, karena saya kira ketahanan budaya merupakan salah satu elemen penting dari ketahanan nasional, " jelas Gubernur Lemhannas RI.
Di akhir sambutannya, Gubernur Lemhannas RI kembali mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bentara Budaya atas inisiatif positif ini. Ia menegaskan bahwa seni Islam merupakan ekspresi ketangguhan dan jalan untuk menggambarkan ketaatan, sekaligus berkontribusi pada pengayaan kebudayaan nasional.
Acara pembukaan pameran ini ditandai dengan penggoresan pertama di atas kanvas oleh Gubernur Lemhannas RI bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf, sebuah simbol kolaborasi dan dukungan terhadap seni budaya Islam. (PERS)

Ibrahim