JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. TB Ace Hasan Syadzily, menggarisbawahi peran krusial pemerintah dan media dalam menjaga arus informasi yang sehat demi kokohnya ketahanan nasional. Beliau menyampaikan pandangannya ini dalam sebuah kegiatan silaturahmi sekaligus peliputan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas RI yang digelar di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025).
Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pondasi utama sinergi antara dua pilar ini adalah kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab yang sama-sama diemban. Ia mengibaratkan ini sebagai sebuah tarian harmonis di mana setiap gerakan memiliki makna dan tujuan.
"Dalam konteks komunikasi publik, pemerintah berkewajiban menyampaikan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, sementara media memiliki tanggung jawab untuk mengolah informasi secara objektif, kritis, dan berimbang, " tuturnya, sebagaimana tercatat dalam rilis resmi Lemhannas.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas melihat media memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Melalui narasi yang dibangun, media dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur, seperti semangat persatuan, toleransi antar sesama, kekeluargaan dalam gotong royong, dan kecintaan mendalam pada tanah air. Ini adalah kekuatan tak ternilai yang seringkali kita rasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, meski tak disadari sepenuhnya.
Peran media, menurut Ace, melampaui sekadar penyampai berita. Media adalah penjaga nalar publik, jembatan aspirasi rakyat, dan perekat kohesi sosial. Bahkan, dalam era informasi yang serba cepat ini, media turut menentukan arah opini publik, sebuah kekuatan yang patut disadari bersama.
Menyadari peran vital ini, Lemhannas berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog yang konstruktif. Pihaknya siap menerima kritik yang membangun dan berkolaborasi dalam merumuskan narasi kebijakan yang tidak hanya inklusif dan berbasis data, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan yang kita junjung tinggi.
Kegiatan silaturahmi ini sendiri merupakan bagian dari upaya Lemhannas untuk mempererat tali persaudaraan dan sinergi antara lembaga negara dengan insan pers. Tujuannya jelas, yaitu bersama-sama membangun ketahanan nasional yang tangguh dan berdaya tahan.
"Silaturahmi ini bukan sekadar temu wicara, tetapi momentum strategis untuk menyamakan visi bahwa komunikasi publik yang sehat adalah prasyarat bagi ketahanan nasional yang tangguh dan nilai-nilai kebangsaan yang hidup, " tegasnya, menunjukkan betapa pentingnya momen ini.
Sebagai penutup, Gubernur Lemhannas RI mengajak seluruh insan media untuk turut serta mendukung kegiatan KPPD Lemhannas RI melalui pemberitaan yang positif dan berimbang, memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi bangsa. (PERS)

Updates.