Imas Aan Ubudiah: Perjalanan Politik Perempuan PKB dari Garut ke Senayan

    Imas Aan Ubudiah: Perjalanan Politik Perempuan PKB dari Garut ke Senayan
    Imas Aan Ubudiah

    POLITISI - Perjalanan hidup seorang perempuan di kancah politik seringkali diwarnai ketekunan dan dedikasi. Salah satunya adalah Imas Aan Ubudiah, yang lahir pada 19 April 1975. Sebagai politikus perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kiprahnya kini semakin bersinar setelah terpilih menjadi Anggota DPR-RI untuk periode 2024-2029. Dapil yang diwakilinya, Jawa Barat XI, mencakup wilayah Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya, sebuah amanah besar yang diemban dengan penuh tanggung jawab.

    Jejak pendidikan Imas Aan dimulai dari bangku SD Negeri Sari Bukit Garut, tempat ia menyelesaikan studinya pada tahun 1988. Semangat belajarnya terus berlanjut ke SMP Al Hikam Garut, lulus pada 1991, dilanjutkan ke MA Negeri 2 Garut hingga tahun 1994. Perjalanan akademisnya kemudian mencapai puncak dengan gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) yang diraih dari Sekolah Tinggi Agama Islam Yamisa Soreang, Bandung, pada tahun 2008. Latar belakang pendidikan ini menjadi fondasi kuat dalam setiap langkahnya.

    Pengalaman Imas Aan tidak hanya terbatas pada dunia akademis. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah mengukir prestasi sebagai Direktur Women Crisis Center, sebuah peran krusial dalam pemberdayaan perempuan. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Mutiara Bumi Selatan dan bahkan menduduki posisi Komisaris Independen di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengalaman di sektor korporat ini menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan memimpin.

    Keterlibatan Imas Aan dalam berbagai organisasi juga patut diacungi jempol. Sejak tahun 1999 hingga 2004, ia aktif sebagai Ketua Fatayat NU Kabupaten Garut. Tak berhenti di situ, ia juga menjabat sebagai Bendahara KNPI Kabupaten Garut (2005–2008) dan Ketua DPC PKB Kabupaten Garut pada periode yang sama. Puncak partisipasinya di PKB terlihat saat ia dipercaya menjadi Wakil Bendahara DPP PKB periode 2011–2014, serta menjadi bagian dari Pengurus Harian PP Fatayat NU periode 2016–2021. Semua jejak ini menunjukkan komitmennya yang mendalam terhadap kemajuan masyarakat dan partai. (PERS)

    politik dpr ri pkb perempuan jabar xi garut
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Cindy Monica: Pengusaha Muda, Politisi NasDem,...

    Artikel Berikutnya

    Tiga Pimpinan DPRD Sumbar Diganjar Penjara...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional
    Pertemuan Penuh Makna: Diplomasi Indonesia–Malaysia di Jakarta
    "Tak Mau Belajar Online Lagi, Siswa Antusias Kembali ke Sekolah"

    Ikuti Kami