Samuel Wattimena: Perancang Busana dan Politisi yang Angkat Budaya Lokal

    Samuel Wattimena: Perancang Busana dan Politisi yang Angkat Budaya Lokal
    Samuel Job David Wattimena

    POLITISI - Bakat luar biasa Samuel Job David Wattimena, lahir pada 25 November 1960, tak hanya terasah di dunia mode, namun juga merambah ranah politik. Pria yang akrab disapa Sammy ini telah mengukir jejak sebagai perancang busana ternama Indonesia, sekaligus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dedikasinya sebagai Staf Khusus di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2019–2024) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (2014–2019) menunjukkan komitmennya pada pembangunan bangsa.

    Sejak awal kariernya, Sammy telah menunjukkan kecintaannya yang mendalam pada kekayaan kain tradisional Indonesia. Mimpinya besar: menjadikan Indonesia sebagai kiblat mode etnik yang diakui dunia internasional. Ia tak pernah lelah mengangkat keindahan tenun dan batik Nusantara dalam setiap karyanya.

    Perjalanan karier modenya dimulai dengan gemilang. Namanya mencuat setelah berhasil menjadi juara pertama dalam ajang pencarian Perancang Mode yang digelar oleh Majalah Femina pada tahun 1979. Prestasi ini menjadi batu loncatan penting yang membawanya meraih pengakuan lebih luas.

    Pengalamannya tidak berhenti di situ. Sammy juga pernah terlibat sebagai konseptor Hari Pattimura di Surabaya pada tahun 2010. Selain itu, ia juga menyumbangkan sentuhan artistiknya sebagai desainer kostum untuk film layar lebar fenomenal, 'Nagabonar Jadi 2'. Keberhasilannya dalam merancang kostum untuk film tersebut membuktikan fleksibilitas dan kedalaman kreativitasnya.

    Pada tahun 2011, Sammy kembali memukau publik dengan menggelar fashion show yang menampilkan keindahan tenun Unggan Sumatera Barat. Acara yang diadakan di KOI Cafe & Gallery, Kemang, Jakarta Selatan ini menjadi bukti nyata kecintaannya pada kain tradisional Indonesia, yang menurutnya, memiliki potensi luar biasa untuk bersinar di kancah internasional, meski terkadang belum sepenuhnya disadari oleh masyarakatnya sendiri.

    Di ranah politik, Samuel Wattimena pernah dua kali mencoba peruntungan sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) melalui PDI-P. Pada Pemilu 2009, ia mewakili daerah pemilihan Maluku. Kemudian, pada Pemilu 2014 dan 2024, ia mencalonkan diri dari daerah pemilihan Jawa Tengah I.

    Perjalanan karier Samuel Wattimena di dunia mode telah diakui dengan berbagai penghargaan prestisius. Di awal kariernya, ia meraih Juara 1 Lomba Perancang Mode (1979) dan Juara 1 Kostum Terbaik di Budokan Tokyo (1980). Puncaknya, ia menerima Penghargaan Upakarti untuk tenun Timor-Timur dan Tanimbar (1990), Pin Emas KEMENDIKBUD (2012), predikat The Best Designer Se-Pasifik di Fiji Fashion Week (2013), dan Penghargaan 75 Ikon Prestasi Pancasila dari BPIP (2020).

    Karya-karyanya juga menghiasi layar lebar. Samuel Wattimena berperan sebagai penata kostum untuk film seperti 'Ira Maya Putri Cinderella' (1981), 'Telegram' (1997), 'Aku Ingin Menciummu Sekali Saja' (2002), 'Nagabonar Jadi 2' (2007), 'Di Bawah Lindungan Ka'bah' (2011), dan 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck' (2013). (PERS)

    samuel wattimena fashion indonesia budaya lokal politikus desainer etnik pdi-p
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Cindy Monica: Pengusaha Muda, Politisi NasDem,...

    Artikel Berikutnya

    Lestari Moerdijat: Dari CEO Media Menjadi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polres Pasaman dan Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang di Koto Alam Salareh Aia, Agam
    777 Warga Terdampak Banjir di Sumbar Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Biddokkes Polda Sumbar
    Polsek Cikampek dan Kades Kertawaluya Kawal Langsung Evakuasi Mesin dan Cabin Pesawat GA8 Airvan dari Sawah 
    Dapur Umum Posko Aia Dingin Siapkan Makanan untuk Warga Terdampak Banjir
    Titiek Soeharto Kunjungi Dapur Umum Posko V Polda Sumbar, Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Bencana

    Ikuti Kami