PEKANBARU - Situasi mencekam menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pada Minggu (29/03/2026), ketika dua penerbangan Maskapai Super Air Jet tujuan Jakarta mengalami penundaan panjang. Para penumpang harus menelan pil pahit penantian selama kurang lebih lima jam, meninggalkan kekecewaan dan kebingungan.
General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SSK II Pekanbaru, saat dikonfirmasi, mengakui bahwa penundaan penerbangan bukanlah hal baru di bandara tersebut. Ia menyatakan bahwa keterlambatan dapat terjadi setiap hari.
"Kalau 'delay' selalu ada setiap hari. Dan 'Airline' akan melakukan kompensasi sesuai dengan aturan yang berlaku sesuai undang-undang penerbangan, " ujarnya di Pekanbaru, Minggu (29/03/2026) malam.
Namun, bagi Arif Prada, salah seorang penumpang yang terdampak, penantian panjang tersebut terasa sangat menyiksa. Ia menceritakan bagaimana para penumpang meluapkan protes karena minimnya kejelasan dari pihak maskapai selama berjam-jam.
"Jam 18.00 harusnya sudah berangkat, namun sampai pukul 23.15 WIB belum ada tanggapan dari maskapai. Dua penerbangan ke Jakarta masih tertahan, " ungkapnya, menggambarkan keputusasaan yang melanda ruang tunggu.
Setelah penantian yang terasa tak berujung, akhirnya kepastian mengenai kompensasi uang pun diberikan. Namun, ironisnya, nasib keberangkatan mereka masih diselimuti ketidakpastian.
"Kompensasi uang sudah diberikan, tapi info penerbangan belum tahu, " keluhnya.
Peristiwa ini terjadi di tengah puncak arus balik Lebaran 2026, tepatnya pada H-7. Bandara SSK II Pekanbaru diperkirakan melayani 13.059 pergerakan penumpang dan 74 pergerakan pesawat pada hari itu.
Secara akumulatif, realisasi penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru pada periode 13 - 28 Maret 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, mencatat 191.314 pergerakan penumpang atau naik 6, 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penerbangan juga mengalami kenaikan 8, 2 persen menjadi 1.237 pergerakan. (PERS)

Updates.