TOKYO - Upaya memperluas jangkauan pariwisata Indonesia ke pasar Jepang semakin gencar dilakukan. Kementerian Pariwisata menggandeng maskapai penerbangan ternama, All Nippon Airways (ANA), dalam sebuah kolaborasi strategis untuk memperkuat konektivitas udara. Langkah ini diharapkan membuka pintu bagi lebih banyak wisatawan Jepang untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan pandangannya mengenai potensi besar yang terbentang. “Kami melihat peluang besar untuk memperluas konektivitas antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya melalui Jakarta tetapi juga menuju destinasi lain seperti Yogyakarta, ” ujar Widiyanti, Senin (30/03/2026).
Dalam pertemuan bilateral dengan Senior Executive Vice President ANA, Juichi Hirasawa, di Tokyo, Jepang, Widiyanti menekankan bahwa penguatan konektivitas udara akan menjadi kunci utama dalam membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Jepang. Mereka akan dapat lebih mudah menikmati pesona budaya, keindahan alam, serta pengalaman wisata berkualitas yang ditawarkan Indonesia.
Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong ANA untuk mengeksplorasi pengembangan rute penerbangan baru ke berbagai destinasi menarik di Tanah Air. Salah satu fokus utama adalah Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai jantung budaya Jawa dan gerbang menuju situs warisan dunia yang megah, Candi Borobudur. Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta yang mampu melayani pesawat berbadan lebar semakin memperkuat potensi ini.
Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga mengincar perluasan konektivitas dari kota-kota besar di Jepang seperti Osaka. Hal ini akan memberikan opsi perjalanan yang lebih beragam bagi wisatawan Jepang untuk mencapai destinasi-destinasi unggulan Indonesia.
Lebih jauh lagi, pertemuan ini membahas berbagai peluang kolaborasi dalam promosi pariwisata. Kementerian Pariwisata dan ANA berencana menggandeng agen perjalanan, media, dan influencer Jepang melalui program familiarization trip. Tujuannya jelas: meningkatkan eksposur destinasi Indonesia di pasar Jepang secara signifikan.
Potensi promosi juga akan dimaksimalkan melalui pemanfaatan berbagai platform yang dimiliki ANA, mulai dari majalah di dalam pesawat, kanal digital, hingga jaringan ANA Mileage Club. Diharapkan, kampanye nasional “Wonderful Indonesia” dapat terintegrasi dengan baik, termasuk partisipasi dalam ajang pariwisata penting di Jepang seperti Tourism Expo Japan.
Komitmen Indonesia untuk memperkuat sinergi antara sektor pariwisata dan industri penerbangan ditegaskan dalam pertemuan ini. Kolaborasi ini menjadi pilar penting dalam mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
Menpar Widiyanti turut mengapresiasi peran vital ANA dalam mendukung konektivitas antara Indonesia dan Jepang. Layanan penerbangan Tokyo–Jakarta yang telah lama berjalan dianggap sebagai tulang punggung mobilitas wisatawan dan pertukaran budaya antara kedua bangsa. (PERS)

Updates.