POLITISI - Perjalanan politik Muslim Ayub, seorang putra terbaik Aceh Tenggara, terus berlanjut dengan pengabdian baru sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Lahir pada 4 Juni 1967, kiprahnya di kancah politik nasional telah teruji, kini kembali dipercaya untuk periode 2024–2029, setelah sebelumnya juga menjabat di periode 2014–2019. Ia mewakili suara masyarakat dari daerah pemilihan Aceh I, sebuah amanah yang tak ringan namun dijalani dengan penuh dedikasi.
Pengalaman ini tentu membentuk pandangan dan strategi politiknya. Bagi saya, melihat seorang politikus yang telah malang melintang di parlemen kembali mendapatkan kepercayaan publik adalah sebuah bukti nyata dari kerja keras dan integritas yang ia tunjukkan selama ini. Saya membayangkan bagaimana ia berjuang untuk menyuarakan aspirasi konstituennya, menghadapi berbagai dinamika politik yang kompleks.
Lebih dari sekadar anggota legislatif, Muslim Ayub juga memegang peranan penting di internal Partai Nasdem. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Aceh untuk periode 2024–2029. Jabatan ini menunjukkan betapa besar kepercayaan partai kepadanya dalam merumuskan arah dan strategi partai di tingkat provinsi.
Peran ganda sebagai legislator dan pimpinan partai tentu menuntut energi dan pemikiran yang luar biasa. Saya membayangkan bagaimana ia harus membagi waktu dan fokus antara tugas-tugas di DPR RI dan tanggung jawab strategis di DPW Partai Nasdem Aceh. Ini adalah sebuah tantangan yang hanya bisa dihadapi oleh individu yang memiliki komitmen kuat dan visi yang jelas. (PERS)

Updates.