Ruslan M. Daud: Perjalanan Politik dari Bupati ke Senayan

    Ruslan M. Daud: Perjalanan Politik dari Bupati ke Senayan
    Ruslan M. Daud

    POLITISI - Ruslan M. Daud, sosok yang lahir pada 11 Mei 1970, telah mengukir jejak panjang dalam kancah politik Indonesia. Perjalanannya dari kursi Bupati Bireuen kini berlanjut di tingkat nasional sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sejak tahun 2019, mewakili Daerah Pemilihan Aceh II.

    Sebelum menduduki kursi parlemen, Ruslan M. Daud memimpin Kabupaten Bireuen sebagai Bupati periode 2012 hingga 2017. Pengalamannya di ranah eksekutif ini menjadi bekal berharga dalam kiprahnya di dunia legislatif.

    Tak hanya di pemerintahan daerah, Ruslan juga pernah berkiprah di kancah internasional. Ia menjabat sebagai Ketua Acheh World Trade Centre (AWTC) di Kuala Lumpur pada periode 2004–2007, sebuah pengalaman yang memperluas wawasannya dalam hubungan ekonomi.

    Momen penting dalam karier politiknya adalah kemenangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bireuen tahun 2012. Bersama pasangannya, Mukhtar Abda, pasangan yang dikenal dengan akronim "Harus Muda" ini berhasil meraih kepercayaan warga Bireuen. Pasangan yang diusung oleh Partai Aceh ini meraup 87.891 suara, mengungguli dua pasangan calon lainnya.

    Kepastian kemenangan "Harus Muda" ditetapkan dalam rapat pleno penghitungan suara yang digelar oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Aula Hotel Djarwal Bireuen. Ketua KIP Bireuen saat itu, Alibasyah Puteh SP, mengumumkan bahwa jumlah suara sah mencapai 189.596 suara, dengan 3.904 suara dinyatakan tidak sah.

    Acara pelantikan Ruslan M. Daud sebagai Bupati Bireuen pada 6 Agustus 2012 menjadi momen bersejarah. Pelantikan ini dilakukan oleh Gubernur Zaini Abdullah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 132.11-505 tahun 2012, dalam sebuah rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Sebelumnya, tradisi peusijuek (upacara tepung tawar) dilaksanakan di Masjid Agung Bireuen, dipimpin oleh tokoh-tokoh agama kharismatik seperti Abu Tumin Blang Blahdeh, Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi) Samalanga, dan Tgk. H. Muhammad Ishak (Abu Cot Tarom).

    Program-program yang diusung Ruslan M. Daud saat memimpin Bireuen berfokus pada implementasi nilai-nilai Islami dalam pemerintahan, penguatan transparansi dan akuntabilitas, serta pembangunan infrastruktur ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan yang berkualitas dan modern.

    Di tingkat nasional, Ruslan M. Daud kembali dipercaya oleh masyarakat Daerah Pemilihan Aceh II. Pada periode 2019-2024, ia dilantik sebagai anggota DPR-RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menempati posisi strategis di Komisi V. Daerah Pemilihan Aceh II sendiri mencakup wilayah yang luas, meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe. (PERS)

    politik aceh dpr ri kabupaten bireuen anggota dpr kebijakan publik sejarah politik
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Bakamla RI Hadiri 16th Maritime Law Enforcement...

    Artikel Berikutnya

    Trinovi Khairani Sitorus: Politisi Muda...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polres Pasaman dan Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang di Koto Alam Salareh Aia, Agam
    777 Warga Terdampak Banjir di Sumbar Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Biddokkes Polda Sumbar
    Polsek Cikampek dan Kades Kertawaluya Kawal Langsung Evakuasi Mesin dan Cabin Pesawat GA8 Airvan dari Sawah 
    Dapur Umum Posko Aia Dingin Siapkan Makanan untuk Warga Terdampak Banjir
    Titiek Soeharto Kunjungi Dapur Umum Posko V Polda Sumbar, Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Bencana

    Ikuti Kami