Saleh Partaonan Daulay: Dari Aktivis Kampus ke Kancah Politik Nasional

    Saleh Partaonan Daulay: Dari Aktivis Kampus ke Kancah Politik Nasional
    Saleh Partaonan Daulay

    POLITISI - Saleh Partaonan Daulay, sosok yang lahir pada 5 April 1974, telah menorehkan jejak langkah yang signifikan dalam kancah politik dan akademis Indonesia. Sebagai politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN), kiprahnya terbentang luas, mulai dari aktivitas organisasi kemahasiswaan hingga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

    Perjalanan Saleh Partaonan Daulay dimulai jauh sebelum ia dikenal sebagai politikus nasional. Semangat juang dan dedikasinya terhadap organisasi sudah tertanam sejak masa mahasiswa di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia tak sekadar menimba ilmu, namun juga aktif membangun fondasi kepemimpinan. Pengalaman sebagai Ketua Umum Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sastra, yang ia emban dua kali, menjadi batu loncatan berharga. Tak berhenti di situ, pengabdiannya berlanjut hingga ia dipercaya memegang jabatan Ketua Cabang IMM Kotamadya Medan, sebuah amanah yang membentuk karakter dan visi organisasinya.

    Lulus dari USU pada tahun 1997, dahaga ilmu Saleh tak padam. Ia melanjutkan studi Pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1998, mendalami Jurusan Sejarah Peradaban Islam. Tak berhenti di sana, setahun kemudian, ia kembali menimba ilmu di Universitas Indonesia, kali ini memilih Jurusan Filsafat. Dedikasi ganda ini menunjukkan betapa kuatnya tekadnya untuk memperkaya wawasan, bahkan ia harus membagi waktu secara efisien untuk menyeimbangkan kuliah magister di dua institusi bergengsi sekaligus. Di tengah kesibukan akademisnya, ia tetap aktif sebagai fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM periode Gunawan Hidayat, sebuah pengalaman yang menurutnya sangat mengesankan dalam mengelola waktu.

    Perjalanan pendidikan Saleh Partaonan Daulay tak lepas dari dukungan penuh beasiswa. Sejak di USU, ia telah menerima beasiswa dari Yayasan Supersemar selama 3, 5 tahun. Di UIN Syarif Hidayatullah, ia mendapatkan beasiswa dari Depag RI, dan saat menempuh pendidikan di UI, beasiswa BPPS dari Diknas menjadi penopang studinya. Tak hanya itu, ia juga tercatat sebagai penerima Beasiswa dari Yayasan Sopo Godang Jakarta, menunjukkan bahwa kerja keras dan prestasinya selalu mendapat apresiasi.

    Pada tahun 2000, setelah menamatkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh mengabdikan diri sebagai dosen di IAIN Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab. Ia dipercaya mengajar berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan filsafat, seperti Filsafat Budaya, Filsafat Sejarah, Filsafat Ilmu, Filsafat Islam, dan Filsafat Umum. Bahkan, selama menyelesaikan pendidikannya di Ciputat, ia juga menyempatkan diri berbagi ilmu di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengajarkan Filsafat Islam dan Filsafat Pasca Ibnu Rusyd. Pengalamannya sebagai pengajar meluas ke berbagai Universitas Swasta di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

    Tekadnya untuk terus belajar membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang S-3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2000. Ketertarikannya yang mendalam pada filsafat dan pemikiran mendorongnya memilih Jurusan Pemikiran Islam. Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Saleh kembali aktif di Muhammadiyah. Pada tahun 2002, ia kembali ke Kantor PP. Muhammadiyah di Menteng sebagai anggota departemen Luar Negeri. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menduduki jabatan wakil sekretaris PP. Pemuda Muhammadiyah.

    Dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Samarinda tahun 2006, Saleh Partaonan Daulay tampil sebagai salah satu kandidat Ketua Umum yang diperhitungkan. Meskipun belum berhasil meraih posisi puncak dalam pemilihan tersebut, ia tetap terpilih sebagai salah seorang formatur dengan perolehan suara terbanyak kelima dari dua belas anggota formatur. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Kader dan Pengembangan Sumber Daya Insani PP. Pemuda Muhammadiyah periode 2006-2010. Kiprahnya di tubuh Muhammadiyah semakin kokoh ketika PP. Muhammadiyah hasil muktamar Malang menunjuknya sebagai Sekretaris Lembaga Hukum dan HAM PP. Muhammadiyah periode 2005-2010. Ini menunjukkan bahwa Saleh tidak hanya aktif di PP. Pemuda Muhammadiyah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan di PP. Muhammadiyah.

    Sebuah babak baru dalam perjalanan akademis Saleh Partaonan Daulay terbentang pada Mei 2007. Ia terpilih sebagai penerima beasiswa Ford Foundation, yang membawanya menimba ilmu lebih dalam di Colorado State University, Amerika Serikat. Di sana, ia memfokuskan diri pada bidang filsafat, khususnya environmental philosophy dan environmental ethics yang dikolaborasikannya dengan Islamic Philosophy. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya, memperkenalkannya pada para filosof lingkungan terkemuka seperti Prof. Holmes Rolston III, yang dijuluki sebagai "the father of environmental philosophy", serta Prof. Bernard E. Rollin yang mendalami animal right, dan Prof. Philip Cafaro yang menekuni filsafat lingkungan, khususnya epistemology in natural world.

    Awalnya, Saleh memiliki cita-cita untuk mendalami filsafat Islam. Namun, pengalaman mengikuti perkuliahan, colloquium, dan seminar terkait filsafat lingkungan membawanya pada keputusan untuk mendalami bidang yang relatif baru di dunia akademis Indonesia ini. Ia mengakui, berada di Colorado State University benar-benar memberinya pengalaman belajar yang mendalam dan memperkenalkan metode baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperolehnya, Saleh Partaonan Daulay memiliki cita-cita luhur untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Ia bertekad untuk kembali mengajar di kampus dan melanjutkan pengabdiannya di Muhammadiyah. Ia berharap, Indonesia dapat maju setara dengan Amerika Serikat, dan ia meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan dari kebodohan, penjajahan kapitalisme global, eksploitasi kekayaan alam oleh pihak tak bertanggung jawab, dan kemiskinan struktural.

    Puncak pengakuan atas dedikasinya datang pada Muktamar tahun 2010 di Jakarta, di mana Dr. Saleh P. Daulay, M.Ag., M.Hum., MA, terpilih sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2015, mengungguli para pesaingnya. (PERS)

    politik indonesia profil tokoh akademisi aktivis muhammadiyah dpr ri organisasi mahasiswa beasiswa prestasi
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Bakamla RI Hadiri 16th Maritime Law Enforcement...

    Artikel Berikutnya

    Trinovi Khairani Sitorus: Politisi Muda...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Personil Polsek Cikampek Aiptu Nana Pengamanan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Parakanmulya Guna Kelancaran Giat 
    Patroli Malam Minggu Polsek Cikampek Cegah C3 Sasar Jalur Interchange Kalihurip dan Kawasan Indotaisei 
    Cegah C3, Tawuran dan Gank Motor, Patroli Subuh Połsek Cikampek Pantau Jalur Dawuan 
    Polsek Cikampek dan Kades Kertawaluya Kawal Langsung Evakuasi Mesin dan Cabin Pesawat GA8 Airvan dari Sawah 
    Polres Pasaman dan Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang di Koto Alam Salareh Aia, Agam

    Ikuti Kami