BANDUNG - Di tengah gemuruh semangat Siliwangi Santri Camp 2026 yang digelar di Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung, terukir sebuah kisah inspiratif yang datang dari dua santri muda asal Lebak, Banten. Sosok Mayor Jenderal TNI Kosasih, Pangdam III/Siliwangi yang akrab disapa Jenderal Santri, telah menancapkan jejak motivasi mendalam di hati Furqon Said Akbar (15) dan Usman Yasin Harahap (16).
Furqon, yang berasal dari Pondok Pesantren terpadu Al Fallah di Cipanas, Kabupaten Lebak, mengungkapkan bahwa materi yang disajikan dalam kemah ini terasa sangat familiar baginya. Pengalamannya menempuh pendidikan di pesantren membuatnya merasa materi tersebut tidak jauh berbeda dengan rutinitas sehari-hari.
Namun, yang paling menarik perhatian Furqon adalah bagaimana Pangdam III/Siliwangi, seorang jenderal yang ternyata memiliki akar yang sama sebagai santri asal Lebak, Banten, menyampaikan materinya. Kesamaan latar belakang ini menjadi pemantik semangat yang luar biasa baginya.
"Saya memang dari kecil sudah ingin jadi Tentara, begitu mendengar sejarah dan latar belakang Pangdam III/Siliwangi, semangat saya semakin kuat, " ujar Furqon, Sabtu (18/4/2026).
Usman Yasin Harahap (16), santri lainnya dari Pondok Pesantren yang sama, turut merasakan kekaguman yang mendalam terhadap sosok Jenderal Kosasih. Ia melihat bagaimana ciri khas seorang santri tetap melekat kuat pada diri Pangdam III/Siliwangi, bahkan di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin TNI.
Usman menceritakan pesan berharga yang ia dapatkan dari Pangdam.
"Pangdam bilang, untuk mencapai cita cita, selain belajar dan berusaha, doa orang tua menjadi salah satu kunci penentu keberhasilan, " tutur Usman.
Kini, tekad kuat membuncah di dada Furqon dan Usman. Keduanya bertekad untuk menjadi penerus jejak Mayjen TNI Kosasih, membuktikan bahwa santri yang datang dari 'kobong' (kamar pesantren) dapat berjuang dan meraih kesuksesan, tak lepas dari restu dan doa orang tua.
"Semoga kami berdua menjadi penerus Jenderal Kosasih, yang berasal dari Kabupaten Lebak, " imbuh Usman dan Furqon, memupus keraguan dan menyalakan api harapan bagi santri-santri lainnya. (PERS)

Updates.