POLITISI - Mengenal lebih dekat sosok Wardatul Asriah, seorang politikus perempuan Indonesia yang kiprahnya di kancah nasional semakin bersinar. Lahir pada 17 April 1965, Wardatul kini mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029, mewakili Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Keputusannya hijrah ke Gerindra setelah lama berjuang bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menandai babak baru dalam perjalanan politiknya yang kaya pengalaman.
Sebelum menduduki kursi parlemen di tingkat pusat, Wardatul telah membangun fondasi karier politik yang kuat di daerah. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2004–2009, sebuah jenjang yang memberinya pemahaman mendalam tentang aspirasi masyarakat akar rumput. Tak hanya itu, ia juga pernah mengabdikan diri sebagai anggota DPR RI dari PPP selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019, membuktikan konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat VII.
Perjalanan Wardatul tidak hanya terhenti di dunia politik. Jauh sebelum terjun ke arena politik praktis, ia adalah seorang pendidik yang berdedikasi. Mengawali karier sebagai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1989, Wardatul merasakan panggilan yang lebih besar untuk melayani publik. Keputusannya untuk pensiun dini pada tahun 2004 membuka pintu lebar baginya untuk sepenuhnya mendedikasikan diri di dunia politik. Pengalaman mengajar dan memimpin sebagai Kepala Sekolah Yayasan Miftahul Ulum selama tujuh tahun (1997-2004) tentu membentuk karakternya yang tangguh dan penuh empati.
Pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan hidup Wardatul Asriah. Ia mengawali pendidikan formal di SDN Cibitung, Bekasi, dilanjutkan ke jenjang SLTP/MTs dan SMU/MA El Nur El Kassaf. Ketekunannya dalam menimba ilmu membawanya hingga ke bangku kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta, mengambil jurusan Pendidikan Agama. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama (S1) dengan gelar akademik Dra. pada tahun 1989. Tak berhenti di situ, semangat belajarnya membawanya menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, meraih gelar Magister Manajemen (M.BA.) dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada tahun 2003.
Di luar kesibukannya di dunia politik dan pendidikan, Wardatul juga menunjukkan ketajaman bisnisnya. Ia tercatat sebagai Direktur di beberapa badan usaha, termasuk CV. Raka Putra Mandiri sejak 2002, PT Belian Indah Abadi, serta Rumah Makan Gazebo Bekasi yang ia kelola sejak tahun 2006. Kemampuannya mengelola berbagai lini bisnis mencerminkan visi dan kepemimpinannya yang multifaset.
Keterlibatan Wardatul dalam berbagai organisasi sosial dan politik, khususnya yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, menjadi bukti nyata komitmennya terhadap kesetaraan gender. Sejak masa kuliah di IAIN Jakarta, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua. Perjalanannya di PPP diwarnai dengan berbagai posisi strategis, termasuk Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bekasi, Sekretaris Umum DPC PPP, hingga Anggota Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP PPP. Puncaknya, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) selama dua periode dan Wakil Ketua Umum DPP PPP.
Kini, sebagai anggota DPR RI dari Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, pemberdayaan perempuan, dan kebencanaan, Wardatul Asriah siap membawa pengalaman dan dedikasinya untuk melayani masyarakat Indonesia dengan integritas dan semangat yang tak pernah padam. (PERS)

Updates.