Chusnunia Chalim: Perlindungan UMKM Mendesak untuk Ekonomi Inklusif

    Chusnunia Chalim: Perlindungan UMKM Mendesak untuk Ekonomi Inklusif
    Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim

    JAKARTA - Keberlangsungan dan kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim. Ia dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap upaya perlindungan bagi para pelaku UMKM, sebuah langkah krusial yang diyakininya akan membuka jalan bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang benar-benar inklusif.

    Menurut Chusnunia, peran UMKM dalam denyut nadi perekonomian Indonesia tidak dapat diremehkan. Sektor ini telah membuktikan kontribusinya yang luar biasa, menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja, dengan menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja yang ada.

    "Data juga menunjukkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional Indonesia mencapai sekitar 15, 7 persen dari total ekspor. Sektor UMKM juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal, mengurangi ketimpangan wilayah, serta berkontribusi pada devisa negara melalui ekspor, " ungkapnya di Jakarta, Senin (03/11/2025).

    Menyadari betapa vitalnya peran UMKM, Chusnunia menekankan pentingnya pemerintah untuk terus hadir dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pelaku UMKM, termasuk mereka yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.

    "Perlindungan terhadap para pelaku UMKM dari ‘gurita bisnis’ atau konglomerasi besar harus melibatkan kerangka hukum dan kebijakan pemerintah yang bertujuan menciptakan persaingan sehat dan adil dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, " tegasnya.

    Lebih lanjut, legislator yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi ini menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM melalui berbagai program. Salah satunya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang terbukti efektif dalam membantu UMKM terintegrasi ke dalam rantai nilai global.

    Data optimis tercatat dari penyaluran KUR pada periode Januari hingga Oktober 2025, yang berhasil menyerap sekitar 11 juta tenaga kerja. Ini menunjukkan betapa besar dampak positif program tersebut.

    "Penyaluran KUR tentu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dengan meningkatkan akses permodalan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk lokal, " pungkasnya. (PERS

    umkm ekonomi inklusif kebijakan pemerintah chusnunia chalim dpr ri kredit usaha rakyat
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    TNI Perkuat Pertahanan Nasional, Rencana...

    Artikel Berikutnya

    Richard Mille: Sang Maestro Jam Tangan Mewah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pelayanan Sore Aiptu Ruswin Cegah Kemacetan di Bawah Fly Over Cikampek 
    Bhabinkantibmas dan Babinsa Beri Rasa Nyaman Pembagian Bantuan Pangan di Desa Tirtasari Wilkum Polsek Cikampek 
    Personil Polsek Cikampek Aiptu Nana Pengamanan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Parakanmulya Guna Kelancaran Giat 
    Patroli Malam Minggu Polsek Cikampek Cegah C3 Sasar Jalur Interchange Kalihurip dan Kawasan Indotaisei 
    Cegah C3, Tawuran dan Gank Motor, Patroli Subuh Połsek Cikampek Pantau Jalur Dawuan 

    Ikuti Kami