KUPANG - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan kepedulian mendalam terhadap nasib para pendidik di pelosok negeri. Kunjungannya ke SD Inpres Kaniti di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang baru saja selesai direnovasi, dimanfaatkan Gibran untuk menyampaikan janji konkret: mencari solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengabdi di sekolah tersebut.
"Untuk guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer, " ujar Wapres Gibran kepada para guru SD Inpres Kaniti, Kupang, NTT, Senin (6/4), seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden, Selasa (07/04/2026).
Dalam pertemuan hangat tersebut, Gibran menekankan upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada satu pun guru yang dirumahkan. Koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan hal ini.
"Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT, red.). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan, " tegas Gibran.
Menurutnya, terlepas dari status kepegawaian, para guru memiliki panggilan mulia yang sama: mencerdaskan generasi penerus bangsa. Semangat ini yang ingin ia jaga keberlangsungannya.
Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas perbaikan fasilitas sekolah yang sebelumnya memprihatinkan. Namun, kekhawatiran terbesarnya adalah nasib para pendidiknya.
"Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali, " ungkap Yuliana penuh harap kepada Wapres Gibran.
Kunjungan Gibran pada Senin itu merupakan kali kedua ke SD Inpres Kaniti, setelah kunjungan pertamanya pada Mei 2025 yang juga membawa bantuan perlengkapan sekolah. Sekolah ini merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2025 atas perintah Presiden Prabowo Subianto, dengan proses renovasi yang rampung dalam 90 hari kerja.
Proyek revitalisasi mencakup perbaikan dan pembangunan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru, ruang administrasi, rumah dinas guru, serta fasilitas toilet. Usai meninjau hasil renovasi, Gibran tak lupa memberikan suntikan semangat kepada para siswa.
"Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret, " pesan Gibran kepada siswa yang didampingi para guru.
SD Inpres Kaniti kini melayani 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Kehadiran dan janji Wapres Gibran diharapkan menjadi angin segar bagi para pendidik dan masa depan pendidikan di wilayah tersebut. (PERS)

Updates.