MALANG – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menunjukkan komitmen kuatnya dengan memberikan dukungan penuh kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Fokus utama adalah memperkuat integrasi Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (PUGIS) dalam setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana, khususnya melalui inisiatif Program SIAP SIAGA.
Langkah strategis ini tidak hanya melibatkan perangkat daerah di tingkat provinsi, tetapi juga menggandeng perwakilan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) dari lima kabupaten yang menjadi wilayah dampingan: Kabupaten Malang, Pasuruan, Sampang, Pacitan, dan Lumajang. Keikutsertaan para pakar gender turut memastikan bahwa implementasi PUGIS berjalan secara komprehensif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dewa Ayu Laksmi, Asisten Deputi PUG Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemda Wilayah III, menegaskan urgensi PUGIS sebagai fondasi pembangunan nasional yang harus diimplementasikan secara konsisten. “PUGIS saat ini dimandatkan sebagai salah satu strategi pengarusutamaan pembangunan, baik di RPJPN 2025–2045 maupun RPJMN 2025–2029, dan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif. Sektor penanggulangan bencana harus memastikan layanan yang responsif terhadap kebutuhan seluruh kelompok, termasuk kelompok rentan, ” ungkap Dewa Ayu, Kamis (27/11/2025).
Perwakilan dari Biro Perencanaan BNPB, Gita Yulianti, menambahkan bahwa BNPB secara berkelanjutan memastikan PUGIS terintegrasi dalam seluruh siklus penanggulangan bencana. “Perempuan, laki-laki, penyandang disabilitas, lansia, dan anak harus mendapatkan perlindungan yang setara dan adil. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif, ” jelas Gita.
Ichwanul Muslimin, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, yang turut hadir mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, menyoroti betapa krusialnya penerapan PUGIS di wilayahnya yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi. “PUGIS memastikan setiap individu memperoleh intervensi sesuai kebutuhan. Kabupaten Malang bersama DP3AK Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat penerapannya pada fase pra, saat, dan pascabencana, ” ujar Ichwanul.
Program SIAP SIAGA sendiri merupakan buah Kemitraan Australia dan Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana. Program ini secara aktif mendukung peningkatan kapasitas pemerintah dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, dan pemulihan pascabencana. Sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, program ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berbasis bukti ilmiah.
Penguatan PUGIS ini diwujudkan melalui kegiatan Tinjauan dan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender dan Inklusi Sosial (PPRGEDSI) yang dilaksanakan pada 24–26 November 2025 di Atria Hotel Malang. Keberadaan program ini memberikan harapan baru bagi terciptanya penanggulangan bencana yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (PERS)

Updates.