POLITISI - Lahir di Jakarta pada 20 September 1965, Nevi Zuairina telah menorehkan namanya dalam kancah politik Indonesia. Sebagai politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia kini mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode kedua sejak 2019. Jejak langkahnya di Senayan tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai istri dari Irwan Prayitno, sosok yang pernah memimpin Sumatera Barat sebagai Gubernur dua periode dan juga memiliki rekam jejak panjang di DPR RI.
Selama mendampingi sang suami dalam peran publik, Nevi Zuairina tak pernah absen dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia aktif menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatera Barat, sebuah peran yang menuntut dedikasi tinggi untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Perjalanan hidup Nevi Zuairina dimulai di Jakarta. Ayahnya, Drs. H. Zulchair Narun, seorang pensiunan Departemen Perindustrian, berasal dari Salido, Pesisir Selatan, sementara ibunya, Hj. Elbiza Rose, berasal dari Indarung, Padang. Latar belakang keluarga yang kuat ini turut membentuk karakternya.
Pendidikan dasar ia tempuh di Sekolah Dasar 01 Pagi Rawamangun Jakarta, dilanjutkan ke SLTP Negeri 74 Jakarta, dan SMA Negeri 31 Jakarta. Ketertarikannya pada ilmu pengetahuan membawanya masuk ke Jurusan Kimia FMIPA Universitas Indonesia pada tahun 1984. Namun, takdir membawanya ke jalur lain. Di usia 20 tahun, tepatnya pada 1985, ia menikah dengan Irwan Prayitno, yang kala itu merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UI. Pernikahan ini tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi dalam berdakwah dan berkiprah di tengah masyarakat.
Meskipun sempat menempuh pendidikan tinggi, Nevi Zuairina memutuskan untuk berhenti pada tahun 1987 demi mendampingi suami dan fokus pada kegiatan dakwah serta sosial. Setelah Irwan Prayitno menyelesaikan studinya, semangat dakwah mereka berlanjut dengan pengembangan kegiatan di kampus Universitas Andalas dan IKIP Padang. Dari bahtera rumah tangga yang dibangun atas dasar keimanan dan pengabdian ini, mereka dikaruniai 10 orang anak dan kini telah dikaruniai 12 cucu (per Mei 2023), sebuah keluarga besar yang menjadi sumber kekuatan dan inspirasi.
Karier Nevi Zuairina di ranah publik semakin mengemuka ketika suaminya bertugas di DPR RI. Di masa itu, ia aktif merintis dan mengurus berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pendirian dan kepengurusan TK Anak Bangsa di Kompleks DPR RI, menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Ranting Aisyiyah Kalibata, hingga aktif dalam Pengurus Yayasan Tazkiyatun Nafs. Pengalaman ini menjadi bekal berharga sebelum ia melangkah sendiri ke panggung politik.
Titik balik karirnya terjadi pada Pemilihan Umum 2019. Nevi Zuairina berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat II, meraih 52.141 suara melalui Partai Keadilan Sejahtera. Ia menjadi salah satu dari empat perempuan dari Sumatera Barat yang berhasil menembus kancah legislatif nasional, bersama Lisda Hendrajoni, Athari Gauthi Ardi, dan Rezka Oktoberia. Keberhasilannya ini membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun bangsa.
Sebagai wakil rakyat, Nevi Zuairina terus menunjukkan dedikasinya. Pada 16 November 2023, ia hadir dalam upacara pengangkatan Datuak di Kota Payakumbuh, sebuah tradisi yang sarat makna. Kehadirannya menegaskan komitmennya untuk memajukan Sumatera Barat II dan mendukung aspirasi lokal demi peningkatan taraf hidup masyarakat.
Tak hanya itu, pada 20 November 2023, Nevi Zuairina menunjukkan kepeduliannya terhadap tata kelola persaingan usaha yang adil. Ia mengajukan pertanyaan krusial mengenai efektivitas Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam menegakkan prinsip moral dan peraturan anti-monopoli. Pernyataan ini disampaikan dalam proses seleksi anggota KPPU, menunjukkan keseriusannya dalam memastikan terciptanya iklim usaha yang sehat.
Semangat pengabdiannya berlanjut di Pemilihan Umum 2024. Nevi Zuairina kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Sumatera Barat II, kali ini dengan perolehan suara yang lebih signifikan, yaitu 68.564 suara. Pelantikannya pada 1 Oktober 2024 menandai dimulainya periode kedua baktinya di Senayan. Ia kembali menjadi bagian dari empat perempuan wakil Sumatera Barat, bersama Lisda Hendrajoni, Athari Gauthi Ardi, dan Cindy Monica Salsabila Setiawan.
Dalam perjalanannya, Nevi Zuairina juga pernah terlibat dalam sebuah peristiwa yang menjadi sorotan publik. Pada 15 Desember 2019, sebuah percakapan di grup WhatsApp komisi anggota DPR RI antara dirinya dan Andre Rosiade, sesama anggota DPR dari Sumbar, menimbulkan kontroversi. Nevi dilaporkan mengancam Andre terkait kritiknya terhadap suaminya, Irwan Prayitno, yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Andre merasa terancam, namun Irwan Prayitno kemudian memberikan klarifikasi bahwa ancaman tersebut lebih bersifat nasihat karena kedekatan mereka yang telah terjalin sejak lama. Faldo Maldini pun menafsirkan ucapan tersebut sebagai bahasa kiasan. Pertemuan damai kemudian terjadi antara Andre, Nevi, dan Irwan di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, menunjukkan upaya rekonsiliasi.
Sepanjang kariernya, Nevi Zuairina telah menerima berbagai penghargaan yang menjadi bukti kontribusinya. Ia pernah menerima DEKRANAS Award dari Dewan Kerajinan Nasional (2013), Mitra Bakti Husada Arutala dari Kementerian Kesehatan RI (2013), dan gelar sangsako adat Minangkabau “Puan Puti Intan Baiduri” dari Kerajaan Pagaruyung (2016). Ia juga dianugerahi Ayah Bunda GenRe (ABG) Awarda dari Gubernur Sumatera Barat (2017) dan Bakti Koperasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI (2018). Tak lupa, HIMPAUDI Awards dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (2019) serta Marga Beru Sitepu dari Keluarga Besar Muslim Karo Indonesia wilayah Sumatera Barat (2023) turut menghiasi daftar prestasinya. (PERS)

Updates.