POLITISI - Perjalanan karier seorang Nusron Wahid sungguh dinamis, dimulai dari semangat aktivisme pemuda yang membara. Lahir pada 12 Oktober 1973, ia kini memegang amanah sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia sejak 21 Oktober 2024. Pengalaman panjangnya di kancah politik Indonesia terbentang sejak lama, menandai dedikasinya yang tak pernah padam.
Sebelum menduduki kursi menteri, Nusron Wahid telah menorehkan jejaknya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Periode 2019 hingga 2024 menjadi saksi kiprahnya di parlemen. Tak hanya itu, ia juga pernah mengabdi di lembaga legislatif yang sama dari tahun 2004 hingga 2015, mewakili suara masyarakat Jawa Tengah II.
Kiprahnya juga meluas ke ranah penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Dari tahun 2014 hingga 2019, Nusron Wahid dipercaya memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sebuah posisi strategis yang membutuhkan ketelitian dan kepedulian mendalam terhadap nasib para pekerja.
Di masa baktinya sebagai Anggota DPR RI, Nusron Wahid ditempatkan di Komisi VI. Di sini, ia memiliki tanggung jawab krusial untuk mengawasi berbagai kebijakan penting yang mencakup sektor perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Standardisasi Nasional. Pengalamannya di komisi ini tentu memberikannya pemahaman mendalam tentang denyut nadi perekonomian nasional.
Lebih dari sekadar politikus, Nusron Wahid juga dikenal sebagai pilar penting dalam Gerakan Pemuda Ansor. Ia menjabat sebagai Ketua Umum organisasi tersebut dari tahun 2010 hingga 2015, memimpin ribuan pemuda dengan semangat kebangsaan dan keagamaan yang kuat. Peran ini menunjukkan kapasitasnya dalam menggerakkan massa dan membangun solidaritas.
Perjalanan akademisnya pun tak kalah mengesankan. Nusron Wahid menempuh pendidikan dasar di MI Miftahutthalibin Mejobo Kudus, dilanjutkan ke MTs Qudsiyyah Kauman Menara Kudus, dan SMA NU Al-Ma'ruf Kudus. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, mengambil Jurusan Ilmu Sejarah untuk gelar Sarjana Sastra. Ambisinya terus berlanjut hingga ia meraih gelar Magister Ekonomi dari Program Studi Ilmu Ekonomi di Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Karier profesionalnya juga mencakup peran penting di berbagai perusahaan. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris di PT. CBN dan PT. Palima Timada, menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan memberikan pandangan strategis di sektor korporat.
Sebelum terjun ke panggung politik nasional, Nusron Wahid telah aktif memimpin organisasi kemahasiswaan, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum PB PMII dari tahun 2000 hingga 2003. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kepemimpinannya di kemudian hari. (PERS)

Updates.