POLITISI - Perjalanan politik Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si., memasuki babak baru yang signifikan. Lahir pada 6 Juni 1965, ia kini mengemban amanah sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggantikan Ahmad Syaikhu terhitung sejak 4 Juni 2025. Keputusan ini menandai puncak dari rekam jejak panjangnya di kancah politik nasional.
Sebelum melangkah ke kursi kepemimpinan tertinggi partai, Al Muzzammil telah mengukir prestasi di parlemen. Ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKS. Dapilnya mencakup wilayah Lampung I, sebuah area yang luas meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, serta Kota Bandar Lampung dan Metro. Pengalaman di daerah pemilihan ini tentu memberikannya pemahaman mendalam tentang denyut nadi masyarakat.
Namun, kiprahnya tidak berhenti di situ. Al Muzzammil adalah salah satu tokoh kunci di balik lahirnya PKS. Ia merupakan deklarator sekaligus Ketua Umum pertama partai tersebut, sebuah peran historis yang tak ternilai. Setelah PKS melebur dengan Partai Keadilan (meski detailnya membutuhkan rujukan lebih lanjut), ia melanjutkan kontribusinya sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKS hingga tahun 2005. Pengalaman ini membentuk fondasi kepemimpinannya yang kokoh.
Bahkan, pada tahun 2015, Partai Keadilan Sejahtera pernah menjajaki potensinya untuk maju sebagai Calon Bupati Pesawaran, Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kapasitasnya sudah terbangun sejak lama.
Latar belakang pendidikannya yang mumpuni turut membentuk cara pandangnya dalam berpolitik. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Persit Tanjung Karang, dilanjutkan ke SMP Negeri 72 Jakarta dan SMA Negeri 4 Jakarta. Jenjang sarjana ia selesaikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, sebuah institusi yang dikenal melahirkan banyak intelektual publik. Gelar Magister Ilmu Komunikasi Politik ia raih dari Universitas Sahid, Jakarta, yang semakin memperkaya keahliannya dalam berkomunikasi dan memahami dinamika politik. Kabarnya, ia juga melanjutkan studi hingga jenjang Doktoral di Universitas Indonesia, menunjukkan komitmennya pada pengembangan keilmuan. (PERS)

Updates.