POLITISI - Perjalanan hidup Habib Syarif Muhammad Al-Aydrus, seorang tokoh yang lahir di Bandung pada 5 November 1954, telah menorehkan jejak panjang dalam dunia keulamaan dan politik Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dari Pondok Pesantren Krapyak dan Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia menamatkan studinya pada tahun 1981. Pengalaman dan pemahamannya mendalam tentang ajaran Islam menjadi pondasi kuat dalam setiap langkahnya.
Sejak tahun 1982, Habib Syarief telah aktif berkontribusi di Nahdlatul Ulama (NU). Ia memegang berbagai amanah penting, termasuk sebagai Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Kota Bandung dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Barat. Dedikasinya ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Titik balik penting dalam karier politiknya terjadi pada tahun 1998 saat ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai partai yang lahir dari rahim NU, PKB menjadi wadah baginya untuk menyalurkan aspirasi dan gagasan. Tak lama setelah bergabung, ia dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Barat di tahun yang sama. Hingga kini, kiprahnya terus berlanjut di tingkat pusat, di mana pada tahun 2024 ia diangkat menjadi anggota Dewan Syuro di Dewan Pengurus Pusat PKB.
Selain aktif di dunia politik, Habib Syarief juga memberikan sumbangsihnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai anggota Dewan Penasihat MUI wilayah Jawa Barat. Perannya di berbagai lini ini mencerminkan kapasitasnya sebagai sosok yang mengayomi dan memberikan panduan moral bagi umat.
Sebelum akhirnya melangkah ke panggung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Habib Syarief telah menorehkan pengalaman berharga sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019. Pengalaman ini menjadi modal penting baginya saat memutuskan untuk kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di tingkat pusat pada Pemilihan Umum 2024.
Keputusannya untuk kembali bertarung di Pemilu 2024 bukan tanpa alasan kuat. Ia mengungkapkan, "Saya memutuskan untuk mencalonkan untuk pertama kalinya semenjak saya bergabung dengan PKB karena ingin memberikan motivasi kepada anggota PKB lainnya yang saya anggap telah tercemar idealisme dan pragmatisme, dua hal yang saya pandang sebagai hal negatif." Motivasi ini lahir dari keprihatinannya terhadap arah partai dan semangat perjuangan yang mungkin mulai terkikis.
Usaha dan dedikasinya akhirnya membuahkan hasil manis. Pada Pemilu 2024, Habib Syarief berhasil meraih kepercayaan publik dengan mendulang 51.801 suara, mengantarkannya terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029. Ia kini akan mengemban amanah sebagai anggota Badan Legislasi dan Komisi X, sebuah posisi strategis yang memungkinkannya untuk berkontribusi lebih luas dalam pembuatan kebijakan negara. (PERS)

Updates.