POLITISI - Lahir di momen istimewa 16 November 1958, Rokhmin Dahuri tumbuh menjadi figur sentral dalam lanskap kelautan dan perikanan Indonesia. Perjalanannya bukan sekadar seorang akademisi dan peneliti biasa, melainkan arsitek visioner yang tak kenal lelah merancang masa depan sektor maritim bangsa. Pengabdiannya merentang luas, mulai dari ruang kelas hingga kursi menteri, meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam pengembangan ilmu dan praktik pengelolaan sumber daya perairan.
Dedikasinya teruji saat memegang amanah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong. Di bawah kepemimpinannya, berbagai kebijakan strategis dirumuskan dan diimplementasikan, bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah pesisir Indonesia. Pengalaman empiris ini semakin memperkaya wawasan dan pendekatannya dalam memajukan kemaritiman nasional.
Perjalanan intelektualnya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menimba ilmu dan meraih gelar sarjana pada tahun 1982 dari Fakultas Perikanan. Tak berhenti di situ, dahaga ilmunya terus membawanya melanglang buana hingga ke Kanada. Di School for Resources and Environmental Studies, Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, ia berhasil meraih gelar doktor pada tahun 1991, membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang manajemen sumber daya dan lingkungan yang berkelanjutan.
Perjalanan akademis Rokhmin Dahuri tidak berhenti pada jenjang sarjana. Ia melanjutkan studi ke jenjang Magister Sains di IPB, mendalami bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan pada tahun 1986. Puncak pencapaian akademisnya diraih dengan gelar Ph.D dari Dalhousie University, Kanada, pada tahun 1991, sebuah bukti komitmennya terhadap ilmu pengetahuan di bidang kelautan dan perikanan.
Kontribusi Rokhmin Dahuri dalam penelitian dan pengembangan sektor kelautan serta perikanan sungguh monumental. Ia tak hanya piawai di ranah kelautan, namun juga memiliki keahlian yang mumpuni di bidang pangan. Dedikasi dan prestasinya diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Dosen Teladan I Tingkat Nasional pada tahun 1995 dan Indonesian Development Award pada tahun 1999. Penghargaan-penghargaan ini menjadi saksi bisu atas kerja keras dan pemikiran inovatifnya.
Karya tulisnya juga menjadi tonggak penting dalam literatur kelautan dan perikanan Indonesia. Rokhmin Dahuri telah menerbitkan berbagai buku dan makalah yang mendalam, khususnya berfokus pada pengelolaan sumber daya kelautan yang lestari. Judul-judul seperti "Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu" dan "Membangun Kembali Perekonomian Indonesia Melalui Sektor Perikanan dan Kelautan" menjadi bukti nyata pemikirannya yang visioner.
Di luar ranah akademis dan pemerintahan, Rokhmin Dahuri juga aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi profesional. Keanggotaannya di Dewan Maritim Indonesia, Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia, serta berbagai peran penasihat dan kepemimpinan di lembaga-lembaga kelautan dan perikanan menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk memajukan sektor maritim dari berbagai lini. Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina BPN GESID untuk periode 2023-2028, terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Jabatan politik yang pernah diemban Rokhmin Dahuri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dari tahun 2001 hingga 2004, menggantikan Sarwono Kusumaatmadja dan kemudian diteruskan oleh Freddy Numberi, menandai salah satu babak penting dalam kariernya yang penuh warna dan kontribusi. (PERS)

Updates.