POLITISI - Slamet, seorang putra daerah kelahiran 19 Mei 1971, telah mengukir jejak panjang di kancah politik Indonesia, khususnya mewakili aspirasi masyarakat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Perjalanannya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dimulai sebagai pengganti antar waktu (PAW) pada 10 April 2018, menggantikan Yudi Widiana Adia. Keputusan penting ini diambil langsung oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, menandai awal babak baru dalam pengabdiannya di parlemen.
Awalnya, Slamet diberi amanah untuk berkontribusi di Komisi VI, sebuah komisi yang sangat strategis mencakup bidang perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta standardisasi nasional. Pengalaman ini tentu memberinya pemahaman mendalam tentang denyut nadi perekonomian bangsa.
Tak berhenti di situ, kepercayaan publik kembali diraihnya. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Slamet kembali terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan yang sama, yaitu Jawa Barat IV, yang meliputi Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Periode 2019-2024 ini membawa amanah baru yang tak kalah penting, yakni di Komisi IV DPR RI. Komisi ini fokus pada sektor-sektor vital seperti Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan, bidang-bidang yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat di daerah pemilihannya.
Namun, kiprah Slamet tidak hanya terbatas di ruang-ruang sidang Senayan. Jauh dari hiruk pikuk politik nasional, ia adalah sosok yang sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di akar rumput. Ketulusan hatinya tercurah dalam mendirikan dan menggerakkan "Paguyuban Ibu Berdaya". Komunitas ini lahir pada 22 Januari 2020, dengan misi mulia memutus mata rantai rentenir yang kerap menjerat para ibu rumah tangga di Sukabumi.
Langkah nyata Paguyuban Ibu Berdaya sungguh menyentuh. Hingga April 2022, komunitas ini telah berhasil menyalurkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa riba sebesar Rp. 2.142.880.000, - kepada 1.144 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bagaimana kepedulian dan program yang tepat sasaran mampu mengubah kehidupan banyak keluarga, memberikan harapan baru dan kemandirian ekonomi.
Sebelum terjun ke panggung politik nasional, rekam jejak organisasi Slamet sudah teruji. Ia pernah memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua LDK Universitas Udayana pada tahun 1994. Pengalaman organisasi terus berlanjut dengan menjabat sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Bali dari tahun 1998 hingga 2003. Puncak kepemimpinan di tingkat daerah adalah saat ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukabumi selama periode 2004-2011, yang turut membentuk fondasi kuat bagi kiprahnya di kemudian hari.
Dalam sejarah elektoralnya, Slamet menunjukkan konsistensi dukungan dari konstituennya. Pada Pemilu Legislatif 2014, meski belum berhasil terpilih, ia telah berjuang mewakili PKS dari daerah pemilihan Jawa Barat IV. Kepercayaan publik kembali mengalir deras pada Pemilu 2019, di mana ia berhasil terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI. Melangkah ke Pemilu 2024, namanya kembali tercatat sebagai kandidat yang berpotensi besar terpilih, melanjutkan dedikasinya untuk melayani masyarakat. (PERS)

Updates.