SURABAYA – Sebuah langkah krusial untuk menjangkau setiap sudut negeri demi kesehatan generasi penerus bangsa tengah digaungkan. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ahmad Nawardi, secara tegas menyampaikan dukungannya terhadap pengadaan kendaraan roda dua. Fasilitas ini ditujukan khusus bagi para Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG), terutama mereka yang mengabdikan diri di wilayah pedesaan yang seringkali terpencil.
Keputusan ini bukan sekadar pemberian sarana prasarana, melainkan sebuah strategi jitu untuk memastikan program penguatan gizi nasional mampu menembus hingga ke pelosok terjauh tanpa terhalang oleh kendala akses geografis.
Senator Nawardi menekankan betapa tingginya tuntutan profesi seorang Kepala SPPG di desa. Jam kerja mereka seringkali jauh melampaui batas formal, menuntut kesiapan siaga setiap saat untuk mengawal kesehatan anak-anak bangsa. Kondisi lapangan yang dinamis memerlukan mobilitas tinggi dari para garda terdepan ini.
“Kita harus realistis, Kepala SPPG di desa itu praktis bekerja 24 jam. Urusan gizi buruk, pemantauan kesehatan balita, hingga koordinasi pangan di tingkat desa tidak bisa menunggu jam kantor. Mereka adalah mesin penggerak di lapangan yang harus memiliki mobilitas tinggi, ” tegas Senator asal Jawa Timur tersebut.
Dukungan yang diberikan oleh Senator Nawardi ini berakar kuat pada pemahaman mendalam mengenai realitas geografis dan teknis yang dihadapi di lapangan. Pengadaan motor operasional menjadi sangat penting mengingat kondisi akses jalan di banyak desa yang masih sulit dilalui kendaraan roda empat. Dengan adanya motor, hambatan jarak dan medan yang terjal tidak lagi menjadi alasan bagi melambatnya pelayanan vital ini.
Lebih dari sekadar sarana transportasi, fasilitas ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan dukungan konkret bagi kinerja para petugas gizi. Tanpa sarana transportasi yang memadai, program-program unggulan dari pusat berisiko hanya menjadi sekadar wacana di tingkat desa. Pengadaan motor ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin setiap anak di desa mendapatkan hak gizinya secara tepat waktu dan merata.
“Saya sangat memahami bahwa setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan dan digunakan secara bijak. Oleh karena itu, pengadaan kendaraan roda dua ini harus dilihat sebagai kebutuhan operasional yang vital bagi Kepala SPPG di desa-desa agar pelayanan gizi tidak terhenti, ” ujar Senator Nawardi.
“Terakhir saya tegaskan, kendaraan ini adalah aset negara yang dibiayai dari uang rakyat. Maka, selain pengadaannya yang harus tepat sasaran, pemanfaatannya pun harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai aset ini disalahgunakan atau tidak dirawat. Saya mendukung penuh anggaran ini demi rakyat, tapi saya juga akan mengawasi agar fasilitas ini benar-benar digunakan untuk memperkuat layanan gizi di pelosok, bukan untuk kepentingan pribadi, ” pungkasnya.

Updates.